Laporkan Masalah

Pengelolaan Bangunan Kolonial di Kawasan Jetayu Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Rekomendasi Berdasarkan Studi Cultural Resource Management)

ANDI KHAERUL UMAM, Fahmi Prihantoro, S.S., M.A.

2018 | Skripsi | S1 ARKEOLOGI

Pengelolaan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk dapat memaksimalkan potensi dan meminimasilir kerugian. Pengelolaan bangunan kolonial merupakan upaya untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki serta mencegahnya dari kepunahan. Kota Pekalongan mempunyai bangunan kolonial yang banyak tersebar di Kawasan Jetayu yang menjadi pusat pemerintahan Karisidenan Pekalongan pada masa Pemerintahan Belanda. Pada Penelitian ini, penulis berfokus pada pembuatan rekomendasi pengelolaan bangunan kolonial di Kawasan Jetayu Kota Pekalongan dengan pendekatan Cultural Resource Management (CRM) dalam rangka memberikan rekomendasi yang dapat dipertimbangkan oleh Pemerintah Kota dalam pengambilan kebijakan. Penelitian dilakukan dengan klasifikasi kondisi terkini bangunan kolonial dengan melihat komponen asli yang masih tersisa. Berdasarkan hasil klasifikasi tersebut kemudian dilakukan peninjauan nilai penting bangunan dan nilai penting kawasan Jetayu. Dalam penelitian ini juga dilakukan wawancara yang melibatkan pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dalam pengelolaan bangunan kolonial di kawasan Jetayu. Berdasarkan wawancara tersebut akan memunculkan isu permasalahan pengelolaan bangunan kolonial. Dari dua analisis Nilai penting dan Permasalahan maka akan menghasilkan rekomendasi pengelolaan bangunan kolonial di Kawasan Jetayu Kota Pekalongan. Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, penelitian ini memberikan rekomendasi pengelolaan jangka pendek dan rekomendasi pengelolaan jangka panjang. Rekomendasi jangka pendek menghasilkan Rekomendasi Fisik, Rekomendasi Koordinasi, Rekomendasi Pengelolaan, Rekomendasi Ekonomi, Sosial, dan Budaya. Rekomendasi jangka panjang menghasilkan Rekomendasi fisik bangunan, Perlindungan Hukum Penetapan Zona Inti, Pebentukan Organisasi Pengelola dan Pelibatan Masyarakat.

Management is the activity to optimalized about the potential and try to minimalized the damage. Managing Colonial's building is the way to full fill the potential from itself and deny the extinct. The city of Pekalongan has a lot of coloniala's building in Jetayu region which is this region becamed a centre of government administration in Hindia-Belanda era. In this study, the author focused to produce the recomendation of Management for colonial's building that can be use the government of pekalongan judgment. This study start from the classification about the building existing condition, it analysed by the original component of the building. The Judgement significance value of building and the region considered based on the classification. In the other way this study conducted by the interviewing the stakeholder. Based on the result of the interview showed the threat potencial of coloniala's building. Based on the both analysis, from the result of significance value and threat potencial of colonial's building coclude the recomendation. Based on the research and the discussion has been done, this research suggested the government the short term management one and the long term mangement one. Therefore, the short one has physical recomendation, coordination recomendation, management recomendation, and economic, social recomendation. The long one has physical recomendation, verdict immune recomendation, core zone recomendation, organisation recomendation, public involve recomendation.

Kata Kunci : Pengelolaan, Bangunan Kolonial, Cultural Resource Management (CRM), Nilai Penting/Management, Colonial�s building, Culutural Resource Management (CRM), Significance value


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.