Laporkan Masalah

MITIGASI RISIKO BAHAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI INDUSTRI KERAJINAN BATOK KELAPA

TEGUH FEBRIANTO, Ir. Guntarti Tatik Mulyati, M.T; Dr. Atris Suryantohadi, S.TP., M.T.

2018 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

Jumlah dan nilai ekspor industri kreatif khususnya industri kerajinan tangan terus mengalami peningkatan. Akan tetapi, hal ini belum diikuti dengan peningkatan pada aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pekerja. Keluhan pekerja mengenai iritasi mata dan terkena amplas di industri kerajinan batok kelapa Bluluk Galery dan Cumplung Adji mengindikasikan permasalahan K3 di industri tersebut. Penemuan ini mendorong untuk dilakukan penelitian untuk mengetahui jenis, sebab dan faktor penyebab risiko bahaya dan memberikan alternatif solusi serta tindakan pengendalian risiko yang tepat. Penelitian ini didasarkan pada aktivitas yang dilakukan pekerja di Bluluk Galery dan Cumplung Adji. Metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) merupakan metode untuk identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko. Untuk penilaian bahaya ergonomi dibantu menggunakan Manual Task Risk Assessment (ManTRA) agar diketahui bagian tubuh mana yang terparah terkena dampak. Bahaya fisik adalah risiko bahaya yang paling banyak ditemui di industri kerajinan batok kelapa. Potensi bahaya level risiko tinggi yang ditemui antara lain paparan debu, paparan melamin, terkena zat pewarna, dan bahaya ergonomi pada stasiun kerja pemotongan. Faktor penyebabnya yaitu kecerobohan pekerja, metode yang tidak aman dan fasilitas yang masih kurang baik. Alternatif solusinya ialah penggunaan ember untuk memberi kenyamanan pekerja saat menuangkan zat pewarna, substitusi finishing dengan cara dioles, dan penggunaan meja dan kursi yang ergonomi. Mitigasi yang direkomendasikan adalah penggunaan mesin dust collector dan penggunaan meja dan kursi untuk stasiun kerja pemotongan.

Amount and value creative industry export especially handycraft industry has increase. However, this is not followed by increasing in Occupational Health and Safety (OHS) aspect. Employees complaints of eye irritation and exposed sandpaper in cocont shell craft industry Bluluk Galery and Cumplung Adji inidicating OHS problems in the industry. This invention encourages to do research to know types, factor of causes, also to give alternative solutions and the best risk control actions. This study observe based on the activities which are done by workers at Bluluk Galery and Cumplung Adji. HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) method useful for identify hazard, risk assessment, and risk control. For ergonomic hazard assessment helped with Manual Task Risk Assessment (ManTRA) to know which body region had the worst impact. Physical hazard is the most common in coconut shell industry. Potential high risk hazard such as dust exposure, melamine exposure, exposed to dyes, and ergonomic hazard at cutting work stastions. Its factor of causes are carelessness of workers, unsafe methods, and lack of facilities. Its alternative solutions are using bucket with handle to provide comfort when pouring dyes, melamine is applied by painting, and using ergonomic table and chair. Recommended mitigation is using dust collector machine and using table and chair for cutting work station.

Kata Kunci : Debu, HIRARC, risiko


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.