Laporkan Masalah

Pemanfaatan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus (F.A.C. Weber) Britton & Rose) sebagai Protektan Bacillus thuringiensis terhadap Radiasi Sinar UV sebagai Agensia Pengendali Crocidolomia Binotalis Zeller, 1852

AFIDATI MILATI PRIANA, Dr. Siti Sumarmi

2018 | Skripsi | S1 BIOLOGI

Larva Crocidolomia binotalis adalah salah satu serangga yang menyebabkan kerusakan dan kerugian pada tanaman kubis. Pengendalian C. binotalis dengan menggunakan bakteri B. thuringiensis telah dikembangkan, akan tetapi memiliki kelemahan, yaitu tidak resisten terhadap radiasi sinar ultraviolet (UV). Hal tersebut dapat diatasi dengan memberikan protektan aktivitas bakteri yang diperoleh dari limbah buah, salah satunya adalah limbah kulit buah naga merah. Metode yang digunakan untuk uji patogenisitas fusan B. thuringiensis strain F28 dan F31 adalah dengan diberikan ekstrak kulit buah naga merah yang dipapar sinar UV terhadap larva C. binotalis instar kedua dan ketiga. Masing-masing konsentrasi dilakukan tiga kali ulangan. Kontrol penelitian yang digunakan adalah B. t. var kurstaki dan B. t. var israelensis. Kontrol positif yang digunakan adalah campuran fusan B. t. dan akuades yang dipapar sinar UV selama 3 jam, sedangkan B. t. dalam ekstrak kulit buah naga merah yang tidak dipapar sinar lampu UV sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian ditampilkan dalam bentuk foto dan grafik yang dianalisis secara deskriptif dan analisis variansi untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga merah mampu berperan sebagai protektan B. t. strain F28 dan F31, sehingga dapat mempertahankan patogenisitasnya selama 3 jam penyinaran. B. thuringiensis patogen terhadap larva C. binotalis dengan kematian tertinggi 66,67%, pada konsentrasi 4,13 x 104 untuk strain F28 dan kematian tertinggi 40%, pada konsentrasi 3,04 x 104 untuk strain F31 sehingga keduanya dapat berperan sebagai agensia pengendali hayati dengan membunuh C. binotalis sebagai hama tanaman kubis.

Crocidolomia binotalis larvae is one of insect pests that causes damage and losses primarily on cabbage crop yields. Control of C. binotalis larvae using Bacillus thuringiensis bacteria has been developed, but it is not resistant to ultraviolet radiation (UV). It can be prevented by giving bacteria activity protectant from fruit pericarp waste such as the red dragon fruit pericarp. To test B. thuringiensis pathogenicity of F28 and F 31 strains was application of the red dragon fruit pericarp extracts exposed by UV light onto the second and third instars of C. binotalis. For each concentration, three replications were done. The research controls used were B. t. var kurstaki and B. t. var israelensis. The positive control used was mixture of B. t. fusan and aquades which was exposed to UV light for 3 hours, while the red dragon fruit pericarp extract without being exposed to UV light was used as negative control. The results displayed on images and graphs were analysed by describe, and Analysed of Variance method were analysed descriptively to determine any significant differences among treatments. The results showed that red dragon fruit pericarp extract were able to protect B. t. F28 and F31 which enabled to maintain the pathogenicity for 3 hours of UV light radiation. B. t. was pathogenic to C. binotalis larvae with highest mortality of 66.67%, at concentrations of 4.13 x 104 for F28 strain, and highest mortality of 40%, at concentration of 3.04 x 104 for F31 strain. Thus, fusan of F28 and F31 strains were potential isolates to control C. binotalis as the pest of cabbage.

Kata Kunci : Bacillus thuringiensis, Crocidolomia binotalis, Patogenisitas, Ekstrak Kulit Buah Naga Merah, Radiasi Sinar Lampu UV.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.