Laporkan Masalah

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Usaha Budidaya Udang oleh Kelompok "Vannamei Jaya" di Desa Surorejan, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen

MEITA MAHARANTI, Dr. S. Djuni Prihatin, M.Si.

2018 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Tahun 2013 wabah Early Mortality Syndrome (EMS) menyerang negara-negara pengekspor terbesar di dunia seperti Tiongkok, Thailand, Vietnam, dan Meksiko. Hal ini menyebabkan menurunnya pasokan impor udang ke beberapa negara menurun, salah satunya impor udang ke Indonesia. Impor udang yang menurun menjadi sebuah peluang bagi Indonesia sebagai negara yang bebas dari wabah EMS untuk memenuhi permintaan udang dengan membuka budidaya udang. Adanya budidaya udang juga menjadi alternatif baru bagi Indonesia untuk mengatasi kemiskinan, salah satunya Kabupaten Kebumen yang memiliki angka kemiskinan mencapai 21, 32% (BPS, 2016, Ironi Kebumen: Sudah Miskin Jadi Sarang Korupsi Pula, Kompasiana 17 Oktober 2016 diakses dari https://www.kompasiana.com/venusgazer/ironi-kebumen-sudah-miskin-jadi-sarang-korupsi-pula_5804d84db793730d28d50c89 tanggal 19 Oktober 2016). Usaha budidaya udang dilakukan hampir di sepanjang wilayah pesisir pantai Kebumen, salah satunya di Desa Surorejan. Masyarakat Desa Surorejan menyadari kekurangannya dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang hanya mengandalkan hasil panen perkebunan dan pertanian. Minimnya bekal pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat tentang budidaya udang maka dibentuklah kelompok Vannamei Jaya sebagai wadah untuk pembudidaya mendapatkan fasilitas. Penelitian ini menggunakan konsep pemberdayaan masyarakat dan konsep institusi lokal untuk mengetahui proses pemberdayaan masyarakat melalui usaha budidaya udang. Konsep pemberdayaan masyarakat digunakan untuk memberikan pengertian secara garis besar terkait pemberdayaan masyarakat beserta prinsip-prinsip yang harus dipegang didalamnya. Konsep institusi lokal digunakan untuk mengetahui proses belajar bersama dalam pemberdayaan masyarakat melalui kelompok Vannamei Jaya yang terbentuk dari masyarakat lokal Desa Surorejan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif karena dianggap mampu untuk menjawab rumusan masalah. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan tenik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa proses pemberdayaan masyarakat melalui usaha budidaya udang oleh kelompok Vannamei Jaya terjadi melalui proses belajar anggotanya dalam menghadapi permasalahan. Anggota belajar melalui trial and error yang dilakukan secara berpola sehingga anggota mendapatkan pengetahuan yang berbeda dari setiap percobaan.Meskipun proses pemberdayaan memberikan keuntungan bagi anggota, namun prinsip pemberdayaan masyarakat masih belum dipegang dengan maksimal oleh kelompok. Kelompok Vannamei Jaya dinilai masih belum bisa memegang prinsip keberlanjutan karena saat ini kinerja kelompok tidak berkembang dan komitmen anggota yang tidak kuat.

In the year of 2013 Early Mortality Syndrome (EMS) pandemic attack largest exporting countries in the world like China, Thailand, Vietnam and Mexico. This cause decrease in the supply of imported shrimps, one of this are imported shrimps to Indonesia. The decreasing of imported shrimps became an opportunity for Indonesia as a country that wasn't affected from EMS pandemic to fulfill shrimps demand with opening shrimp farming. The presence of shrimp farming also became new alternate way to overcoming poverty, one of it is Kebumen that the poverty has reached 21,32% (BPS, 2016, Ironi Kebumen: Sudah Miskin Jadi Sarang Korupsi Pula, Kompasiana 17th October 2016 accessed from https://www.kompasiana.com/venusgazer/ironi-kebumen-sudah-miskin-jadi-sarang-korupsi-pula_5804d84db793730d28d50c89 on the 19th October 2016). The shrimp farming has been done almost along the coastal area of Kebumen, one of it located in Surorejan. People of Surorejan do realized their inability on their daily needs that just rely on agricultural and plantation crops. Realising their lack of knowledge of shrimp farming, so they create Vannamei Jaya group as a place for shrimp farmers to get facilities. This research use community empowerment concept and local institution concept to find out process of the community empowerment through shrimp farming. Community empowerment concepts are use to give general understanding about community emporwerment along with the principles that must be held within. The local institution concepts are use to find out the process of learning together in community empowerment through Vannamei Jaya group that formed from the local village community of Surorejan. This research use a descriptive-qualitative research methods because it was considered to be able to answer the formulation of problem. Determination of the informants in this research are using purposive sampling technique with data collection technique through observation, interview, and documentation. This research show the result that community empowerment process through shrimp farming by Vannamei Jaya group happen through learning process of each members when facing the problems. The members learn through trial and error that has been done in patterned so each members got different knowledge from every trials. Although the process of community empowerment give advantage to it's members, however the principles of community empowerment still haven't hold at the maximum effort by the group. Vannamei Jaya group still considered unable to hold sustainability principle because now a day this group performance aren't growing and lack of commitment by it's members.

Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Institusi Lokal, Usaha Budidaya Udang, Vannamei Jaya


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.