Laporkan Masalah

Efektifitas Ekstrak Kulit Buah Naga Putih (Hylocereus undatus (Haw.) Britt & Rose) Sebagai Protektan Bacillus thuringiensis Terhadap Sinar UV Dalam Pengendalian Hama Crocidolomia binotalis Zell. Pada Tanaman Kubis

RIZA NAYULA E.S, Dr. Siti Sumarmi

2018 | Skripsi | S1 BIOLOGI

Larva Crocidolomia binotalis adalah serangga hama pada tanaman kubis yang merusak krop kubis sehingga menurunkan hasil panen. Pengendalian C. binotalis dengan menggunakan bakteri entomopatogen B. thuringiensis telah dikembangkan untuk menggantikan insektisida kimia sintetik. Penggunaan B. thuringiensis sebagai insektisida sangat terbatas, karena spora dan toksin pada bakteri ini akan inaktif karena paparan sinar UV matahari. Penelitian ini memanfaatkan ekstrak kulit buah naga putih (Hylocereus undatus) sebagai protektan B. thuringiensis terhadap radiasi sinar UV di laboratorium. Metode yang digunakan untuk uji patogenisitas Fusan B. thuringiensis F28 dan F31 ditambah ekstrak kulit buah naga putih yang telah dipapar lampu sinar UV selama enam jam terhadap larva C. binotalis instar kedua dan ketiga, menggunakan masing-masing 10 larva dengan tiga kali ulangan. Kontrol penelitian digunakan B. thuringiensis var kurstaki (Btk) dan B. thuringiensis var israelensis (Bti). Kontrol positif adalah campuran dari isolat B. thuringiensis dan akuades dipapar sinar UV selama enam jam, sedangkan kontrol negatif adalah campuran isolat B. thuringiensis dan ekstrak kulit buah naga namun tidak dipapar sinar UV. Hasil analisis ANAVA menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan konsentrasi tidak berpengaruh terhadap hasil uji patogenisitas isolat F28 dan F31, namun berpengaruh pada isolat standart B. thuringiensis var kurstaki (Btk) dan B. thuringiensis var israelensis (Bti). Uji patogenisitas menunjukkan bahwa B. thuringiensis F28 dan F31 membunuh larva C. binotalis instar kedua 46,7-50% dan instar ketiga 43,3-53,3%.

Crocidolomia binotalis larvae is important insect pest on cabbage plants that can reduce crop yields. Controlling of C. binotalis larvae using entomopathogen B. thuringiensis has been developed to replace synthetic chemical insecticides. However, the use of B. thuringiensis as an insecticide to control insects is limited, because the spores and toxins of these bacteria will be inactive due to exposure to radiation of UV light. The objective of this research was to used white dragon fruit (Hylocereus undatus) pericarp extract as a B. thuringiensis protectant from UV light radiation in the laboratory. This extract was added to the bacteria suspension and then exposed to UV light for six hours then the bioassay was done to the second an third larvae of C. binotalis. The bioassay using ten larvae with three replication and two control (negatif and positif), controls were used B. thuringiensis var kurstaki (Btk) and B. thuringiensis var israelensis (Bti). The mortality data obtained was analyzed statistically by using ANOVA and DMRT. The analysis showed a significant difference in the treatment of isolates Btk and Bti, and was not significantly different with F28 and F31 isolates at 5% level. The pathogenicity test showed B. thuringiensis F28 and F31 killed second instar of C. binotalis larvae up to 46.7-50% and third instars up to 43.3-53.3% after six hour UV radiation.

Kata Kunci : Ekstrak kulit buah naga putih (Hylocereus undatus), radiasi sinar UV, patogenisitas, Bacillus thuringiensis, Crocidolomia binotalis.


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.