The Genesis of Divided Society: De-Russification Strategy and Language Policy of the Baltic States
KARINA LARASATI K, Dr. Diah Kusumaningrum
2017 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALPenelitian ini fokus pada derusifikasi sebagai salah satu strategi utama dalam proses Nation Building di kawasan Baltik. Hal ini menjadi kontroversial manakala kerangka yang digunakan pada level implementasi memarginalkan minoritas orang yang berbahasa Rusia. Kemunculan premis-premis disebabkan oleh fakta bahwa status kewarganegaraan seseorang diukur melalui kefasihan berbahasa mereka. Selain itu, kelompok minoritas juga dihadapkan oleh beberapa standar lain yang diterapkan dalam proses naturalisasi. Penulis dalam penelitian ini mengeksplorasi implikasi-implikasi dari proses Nation Building di kawasan Baltik setelah era pendudukan Uni Soviet berakhir. Sudut pandang dari beberapa pemikir kemudian digunakan sebagai alat bantu penulis dalam membaca fenomena yang aktual. Penelitian terkait derusifikasi di kawasan Baltik menjadi penting karena kondisi yang demikian bisa mengarah pada potensi konflik, baik internal maupun eksternal. Pengujian terhadap isu derusifikasi dilakukan melalui wawancara dan tinjauan literasi. Hasil analisis menunjukan bahwa penerapan kebijakan bahasa dan rigiditasnya beragam antara negara Baltik yang satu dengan lainnya. Hal itu mempengaruhi tingkat disharmoni sosial dan perbedaan identitas diantara the core groups (mayoritas) dan the non-core group (minoritas). Celah identitas yang didukung oleh kondisi tak seimbang menjadi katalis yang menaikkan tensi di kedua kelompok tersebut. Hal itu mengarahkan mereka untuk mengoptimalkan nilai-nilai ideal yang dituju dan memperjelas perbedaan kepentingan. Perpecahan identitas dan kesenjangan menjadi rumus yang ideal untuk terbentuknya kondisi divided society. Pada akhirnya, penelitian ini diharapkan bisa meningkatkan pemahaman kita tentang isu derusifikasi di kawasan Baltik. Selain itu, pembahasan isu derusifikasi diharapkan bisa memberi suatu refleksi guna mengantisipasi potensi konflik yang akan datang.
De-Russification has become one of the main strategy of nation building process in Baltic States. It is then become controversial once their framework in implementing language policy marginalize Russian speaking minorities. The emergence of those premises is caused by the fact that minorities� citizenship status link to their proficiency in national language. Not only that, they also have to meet certain standards in order to pass the naturalization process. The author of this research explores the implications of nation building process in Baltic States once they regained their independence from Soviet Union. It is then conjugate several thinker�s point of view with the phenomena in the actual field. This research become important considering the fact that the condition in Baltic States might lead to potential conflict, both internally and externally. This study examines the issue through qualitative interviews and literature reviews. Analysis of these data shown that the implementation of language policy and its strictness varies between one Baltic States to another. It affects the degree of social disharmony and distinction of identity between the core group (majority) and the non-core group (minority). Identity gap supported with disparities between these two groups become one of the catalyst that escalate tension between them. It leads them to maximize their well-being and contrasting interests. Division and inequality create an adequate formula for divided society to be constructed. At the end, this study increases our understanding upon the issues and give a reflective insight on preventing future conflict.
Kata Kunci : Divided Society, De-russification, Baltic States, Nation Building, Identity, Language Policy