Laporkan Masalah

Tajusalatin dalam Naskah Ki Sarahmadu Brajamakutha Pupuh I-V. Suntingan Teks, Terjemahan, dan Analisis Rubrikasi

DESI APRILIA, Dr. Sri Ratna Saktimulya, M.Hum.

2018 | Skripsi | S1 SASTRA NUSANTARA

INTISARI Serat Tajusalatin St. 95 (selanjutnya disebut TS) koleksi Perpustakaan Widyapustaka Pura Pakualaman dinamai pula sebagai naskah Ki Sarahmadu Barajamakutha. Naskah yang ditulis pada tahun 1832 Masehi ini memuat ajaran kepemimpinan. Teks TS terdiri atas 72 pupuh dengan menggunakan aksara dan bahasa Jawa serta berbentuk tembang macapat. Disebutkan di dalam teks bahwa Paku Alam II adalah pemrakarsa teks tersebut namun tidak disebutkan nama juru tulisnya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami isi teks TS yang disajikan dalam suntingan teks dengan menggunakan metode edisi kritis pada pupuh I-V. Kemudian terjemahan teks disajikan menggunakan percampuran metode terjemahan kata demi kata, harafiah dan bebas demi menghasilkan bacaan yang dapat dimengerti oleh pembaca. Hal yang membuat teks TS St. 95 menjadi lebih khas adalah iluminasi berupa rubrikasi yang terdapat pada kolom kanan dan kiri teks. Disisi lain, tokoh Imam Bukhari sering disebutkan dalam rubrikasi maupun teks di sampingnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rubrikasi tanda Imam Bukhari berfungsi sebagai penanda topik, penanda tokoh, dan pemertegas pesan.

ABSTRACT Serat Tajusalatin St. 95 (hereafter will be referred to as TS) as one of the collections of Widyapustaka Library of Pura Pakualaman is also referred as the manuscript of Ki Sarahmadu Barajamakutha. The text written in 1832 AD has 72 pupuh written in Javanese letter and language in form of tembang macapat that contains with teaching leadership. The text mentions Paku Alam II as the initiator of the text yet the author name is not mentioned once. This research aims to understand the text contain of TS manuscript. The editing text will be analized by using critical edition method in the first to fifth pupuh. Then, the text translation use mixed translation method including word-for-word, literally, and free approach to deliver a more understable reading for the readers. The particular case in the TS St.95 manuscript is the rubricated illumination in the right or left coloumns of the text. Meanwhile, the name of Imam Bukhari is often mentioned in the rubrication or the text next to it. So, the result of this research wants to show that Imam Bukhari rubrication has function as topic marker, characters marker, and messages insertion in the manuscript.

Kata Kunci : Kata kunci: Tajusalatin, Ki Sarahmadu Brajamakutha, suntingan teks, terjemahan, rubrikasi tanda Imam Bukhari


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.