Laporkan Masalah

TINDAK TUTUR PERMINTAAN DALAM BAHASA KOREA PADA TEKS TULIS KAKAO TALK

AYU MERLITA SARI, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A

2017 | Tesis | S2 Ilmu Linguistik

Penelitian ini membahas tentang tindak tutur permintaan dalam bahasa Korea pada layanan pesan singkat KakaoTalk.Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan bentuk-bentuk tindak tutur permintaan, menjelaskan tingkat kesopanan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan tindak tutur permintaan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Byeon yang merupakan pengembangan teori strategi permintaan dari Blum-Kulka. Berdasarkan hasil penelitan, dapat disimpulkan bahwa tindak tutur permintaan dalam bahasa korea diwujudkan dengan kalimat deklaratif, kalimat interogatif, dan kalimat imperatif. Tipe tuturan yang ditemukan berupa tuturan langsung, tuturan tidak langsung, tuturan literal, tuturan tidak literal, tuturan langsung literal, tuturan tidak langsung literal, tuturan langsung tidak literal, dan tuturan tidak langsung tidak literal. Struktur tuturan permintaan terdiri atas tindakan pokok, tindakan pokok diikuti tindakan pendukung, tindakan pendukung diikuti tindakan pokok, dan tindakan pokok diapit tindakan pendukung. Selanjutnya, strategi kesopanan pada tuturan pokok yang diperoleh adalah : menggunakan instruksi langsung, instruksi tidak langsung, verba performatif, pernyataan keharusan, menyatakan keinginan atau maksud penutur, memberikan saran, menanyakan keinginan mitra tutur, meminta persetujuan, menanyakan kemungkinan, isyarat, dan menggunakan pertanyaan ironi. Strategi kesopanan pada tuturan pendukung diantaranya : salam, menyebut nama sapaan, pernyataan persiapan, meminta maaf, mengucapkan terima kasih, memberikan janji, menggunakan bentuk permohonan, menggunakan kalimat ekspresif, dan menggunakan kosakata pengurang beban. Kesopanan yang dilihat dari ragam tutur yang digunakan berwujud ragam formal, ragam tuturan informal, dan ragam tuturan santai (banmal). Sementara itu, faktor yang mempengaruhi tindak tutur permintaan adalah mitra tutur, usia, keakraban, situasi tuturan, dan status sosial.

This research analyzes Korean request speech acts. The objective of this study is to determine the forms of request speech acts, explain the politeness strategy, and the factors that influence the use of Korean request speech acts. The data in this study came from the short message service Kakao talk. The theory used in this research is Byeon theory which is the development of request strategy theory from Blum-Kulka. Based on the results of the research, it can be concluded that Korean request speech acts is realized by a declarative sentence, interrogative sentence, and imperative sentences. The request speech acts is expressed by direct, indirect, literal, nonliteral, literal direct speech, literal indirect speech, direct speech nonliteral, and indirect speech nonliteral. The structure of the request speech consists of the head act, the head act followed by the supporting act, the supporting act is followed by the head act, and the head act is enclosed in the supporting act. Politeness strategy appeared on request speech acts of Korean text message are direct instruction, indirect instruction, performative verbs, locution derivable, want statement, suggestion formula, query willingness, asking for permission, query ability, hint, and irony question. Supporting act also give support for making politeness of request act. There are greetings, tittle, preparatory statements, apology, gratitude, reward, compliment, and using burden minimizer. The varieties of speech that are used in request acts are formal, informal, and casual speech (banmal). While some factors causing the request acts consist of hearer, age, familiarity, speech situation, and social status.

Kata Kunci : tindak tutur permintaan, kesopanan, pragmatik, bahasa Korea

  1. S2-2017-389023-abstract.pdf  
  2. S2-2017-389023-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-389023-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-389023-title.pdf