AKTIVITAS ANTI-Mycobacterium tuberculosis DAN PROFIL FITOKIMIA EKSTRAK ETIL ASETAT PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta L.)
YULIA PARAMITHA, Dr. Tatang Irianti, M.Sc., Apt ; Dr. Sylvia Utami Tunjung Pratiwi, M.Si.
2018 | Skripsi | S1 FARMASITuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi disebabkan oleh mikroba Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis adalah salah satu masalah penyakit utama di dunia, dibuktikan dengan adanya 10,4 juta penderita dan 1,8 juta kematian di dunia pada tahun 2016. Tingginya angka kejadian dan angka kematian TB mendorong pentingnya penelitian agen antimikobakteri dari alam. Salah satu tanaman dengan aktivitas antimikroba adalah patikan kebo (Euphorbia hirta L.). Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas anti-Mycobacterium tuberculosis dan profil fitokimia ekstrak etil asetat patikan kebo. Metode dilusi cair menggunakan media Middlebrook 7H9 Broth (MB 7H9) dan metode dilusi padat menggunakan media Loewenstein Jensen (LJ) dilakukan untuk menguji aktivitas anti-Mycobacterium tuberculosis strain H37Rv. Potensi anti-Mycobacterium tuberculosis ekstrak etil asetat patikan kebo ditentukan dengan nilai konsentrasi bunuh minimum (KBM). Seri konsentrasi untuk pengujian yang digunakan adalah 200 µg/mL; 400 µg/mL; 800 µg/mL. Metode kromatografi lapis tipis dilakukan untuk mengidentifikasi golongan senyawa pada ekstrak uji. Ekstrak etil asetat patikan kebo memiliki nilai KBM 800 µg/ mL terhadap M. tuberculosis H37Rv. Ekstrak etil asetat patikan kebo memiliki senyawa-senyawa golongan terpenoid dan flavonoid.
Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. It is one of major diseases in the world, proven by 10,4 million cases and 1,8 million deaths found in 2016. Its high morbidity and mortality encourage a research on natural antimycobacterial agent. Euphorbia hirta L. is one of several plants which has antimicrobial activity. This research aim to identify anti- Mycobacterium tuberculosis activity and phytochemical profile of ethyl acetate extract of E. hirta . Liquid dilution method using Middlebrook 7H9 Broth (MB 7H9) medium and solid dilution method using Loewenstein Jensen medium (LJ) are used to examine anti-Mycobacterium tuberculosis strain H37Rv activity. Anti-Mycobacterium tuberculosis activity of ethyl acetate extract of E. hirta is determined by minimum bactericidal concentration (MBC). Concentration of ethyl acetate extract of E. hirta for anti-Mycobacterium tuberculosis activity test are 200 µg/mL; 400 µg/mL; and 800 µg/mL. Thin layer chromatography (TLC) is used to identify terpenoid, alkaloid and flavonoid in ethyl acetate extract of E. hirta. MBC of ethyl acetate extract of E. hirta against M. tuberculosis strain H37Rv is 800 µg/ mL. Ethyl acetate extract of E. hirta has terpenoid and flavonoid compounds.
Kata Kunci : Patikan kebo (Euphorbia hirta L.), anti-Mycobacterium tuberculosis, ekstrak etil asetat, profil fitokimia