Laporkan Masalah

Human Capital dalam Peluang Pengembangan Institusi bagi Penyandang Disabilitas di Komunitas Difa City Tour dan Transport Yogyakarta

HASNA SYAHIRA PUTRI, Drs. Hendrie Adji Kusworo, M.Sc., Ph.D.

2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN (SOSIATRI)

Isu penyandang disabilitas hingga kini masih belum terpecahkan permasalahannya. Masih banyak diskriminasi yang diterima sehingga ruang gerak dan perkembangan penyandang disabilitas masih terbatas. Berangkat dari keresahan diskriminasi tersebut, Komunitas Difa City Tour dan Transport lahir di tengah masyarakat Yogyakarta sebagai satu-satunya ojek dengan pengemudi difabel di Indonesia, bahkan di dunia. Selain itu Komunitas ini hadir untuk melengkapi transportasi umum di Yogyakarta yang sampai saat ini belum dapat dijangkau oleh penyandang disabilitas Yogyakarta. Sebuah institusi berguna untuk mewadahi kegiatan para anggotanya. Dalam hal ini yaitu, institusi berperan sebagai upaya dari pemberdayaan para penyandang disabilitas dalam komunitas sekaligus menyediakan pelayanan publik bidang transportasi yang menjadi pilihan sarana mobilitas bagi para penyandang disabilitas lainnya. Komunitas Difa City Tour dan Transport atau dapat disebut Ojek Difa memiliki empat menu kegiatan utama yaitu: pelayanan transportasi umum, city tour, kargo, dan yang terakhir adalah pijat tuna netra. Komunitas dalam pengembangannya memiliki beberapa aspek yang berpengaruh. Dalam penelitian ini, peneliti menjabarkan human capital sebagai salah satu aspek yang memengaruhi perkembangan komunitas, dan bagaimana pemanfaatannya dalam menangkap peluang pengembangan komunitas. Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini mendeskripsikan proses peluang pengembangan institusi bagi penyandang disabilitas dalam Komunitas Difa City Tour dan Transport. Dalam hal ini, aktor yang berperan yaitu inisiator dan pengemudi Ojek Difa. Human Capital dari aktor dibahas dalam penelitian guna mengetahui peluang yang dapat ditangkap dari pemanfaatan modal sumber daya tersebut. Unit analisis dari penelitian ini, yaitu Komunitas Difa City Tour dan Transport. Informan dalam pnelitian ini ialah penggagas dari komunitas dan para pengemudi Ojek Difa. Metode pengumpulan data yang digunakan, yaitu melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini yaitu konsep Human Capital, Social Entrepreneurship dan Institutional Opportunity. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa keenam modal sumber daya manusia yang terdapat pada diri inisiator serta pengemudi Ojek Difa mampu memberikan kontribusi dalam pembentukan Komunitas Difa City Tour & Transport. Modal sumber daya manusia juga berperan lebih dalam peluang pengembangan komunitas. Enam modal tersebut adalah modal intelektual, modal sosial, modal emosional, modal moral, modal ketabahan, dan yang terakhir modal kesehatan. Modal intelektual menjadi modal yang paling banyak dimanfaatkan oleh komunitas dalam menangkap peluang. Peneliti juga menjabarkan bagan IION sebagai kerangka alur penelitian pada sub bab akhir.

Disabled people is an issue that has not been solved until now. Theres a lot of discrimination that are received by disabled people so that their space and development are still limited. Resulting from such discrimination, Komunitas Difa City Tour and Transport was born in the middle of Yogyakartas society as the only public transportation with disabled driver. Besides, the community appears to complete public transportations in Yogyakarta that are not accessible for disabled people. An institution is used to coordinate every program and members activity. In this case, it is an effort by giving empowerment for disabled people on community and also support public transportations for disabled people in Yogyakarta. Difa City Tour and Transport, known as Ojek Difa has four main programs: public transportation, city tour, cargo, and massage. In the process, the community has some influencing aspect, one of them is human capital. In this research, the researcher explains human capital as an aspect for community development. The researcher used qualitative research to describe and analyze. This research describes opportunity development process of the institution for disabled people in Difa City Tour and Transport Community. Human capitals from the actors are explained in this research to find out the benefit itself for taking opportunity. The analysis unit from this research was community itself. The informant was the people who create the community and also the Ojek Difas drivers. The data was collected through in depth interview, observation, and documentation. The overall analysis was using human capital concept, social entrepreneurship concept, and institutional opportunity concept. From this research, it shows that six of human capital inside initiator and Ojek Difas drivers can contribute to creating the Difa City Tour and Transports Community, and also has a role on development opportunity of the community. The six of human capital are intellectual capital, social capital, emotional capital, morality capital, adversity capital, and health capital. Intellectual capital is more useful than the other capital to catch opportunity. Researcher also explain IIONs diagram as plot research framework in the last chapter.

Kata Kunci : Human Capital, Peluang Institusi, Penyandang Disabilitas

  1. S1-2017-353263-abstract.pdf  
  2. S1-2017-353263-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-353263-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-353263-title.pdf