Laporkan Masalah

Pengaruh Pemberian Isi Rumen dari Pemotongan Ternak Sapi pada Media Jamur Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Jamur Tiram Putih (Pleurotus florida)

NURADITYA, Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si.,Ph.D; Nanung Agus Fitriyanto, S.Pt.,M.Sc.,Ph.D

2018 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat penambahan limbah isi rumen pada media tanam jamur terhadap pertumbuhan dan produktivitas jamur tiram. Isi rumen merupakan limbah dari pemotongan hewan ruminansia yang memiliki kandungan selulosa, hemiselulosa dan lignin yang berguna untuk media pertumbuhan tanaman. Jamur tiram kaya akan nutrisi dan merupakan salah satu jenis jamur fermentasi. Isi rumen dikeringkan terlebih dahulu di bawah sinar matahari sampai kering dan siap untuk dijadikan media tanam jamur tiram. Perlakuan dibagi menjadi empat bagian, yaitu P0, P1, P2, P3 dan P4. P0 merupakan kontrol, P1 yaitu isi rumen yang terlebih dahulu dikeringkan dengan proporsi masing-masing setiap perlakuan adalah sebagai berikut: P1 5%, P2 10%, P3 15% dan P4 sebanyak 20%, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Kandungan kimia yang akan diuji meliputi kadar air, serat kasar, bahan organik, C-organik, N-total, P-total, K-total, dan C/N rasio. Variabel yang diamati dari produktivitas jamur tiram meliputi banyak tudung jamur, panjang tangkai, diameter tudung jamur, berat segar jamur serta umur panen jamur pertama kali. Data yang diperoleh diuji dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola searah dan perbandingan beda nyata diuji dengan menggunaan Ducan�s new Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah isi rumen dapat meningkatkan (P<0,01) nutrien dalam media tanam jamur tiram putih. Dari perlakuan yang ada, P2 (10% isi rumen) mendekati standar kontrol (P0) nutrien media tanam jamur tiram, yaitu kadar bahan organik 41,03%, kadar C-organik 8,53% dan K-total 0,583%. Perlakuan P1 (5% isi rumen) menghasilkan produktivitas paling tinggi (P<0,05) dari sisi umur dan jumlah panen dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Dapat disimpulkan bahwa limbah isi rumen berpotensi sebagai bahan pengganti dedak serta meningkatkan nutrien dalam media jamur dan produksi jamur tiram putih.

This study aims to determine the benefits of adding rumen contents waste on mushroom planting media for the growth and productivity of white oyster mushroom. The contents of rumen were a waste from ruminant animals butchery that contained cellulose, hemicellulose and lignin, which were useful for plant growth media. Oyster mushroom was rich in nutrients and one of the types of fermented mushroom. The contents of rumen dried in advance under the sun until dry and ready to be used as a medium of oyster mushroom planting. The treatment was divided into four parts, namely P0, P1, P2, P3 and P4. P0 as a control, P1 was a rumen contents that was dried first by proportion of each treatment, as follows: P1 5%, P2 10% P3 15% and P4 as much as 20%, each treatment consists of 3 repetitions. Chemical contents would been tested namely: level of water, coarse fiber, organic material, C-organic, N-total, P-total, K-total, and C/N ratios. Variables would observed from oyster mushroom productivity namely: amount of mushroom caps, length of stem, diameters of mushroom hood, fresh weight of mushroom and the age of first mushroom harvest. The data obtained were tested using a completely randomized design (RAL) undirectional pattern and the real difference comparison was tested using Ducan's new Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the use of rumen contents of waste can increased (P<0,01) nutrient in white oyster mushroom planting medium. Of the existing treatment, P2 (10% rumen content) approach to standard control (P0) nutrient media of oyster mushroom plant, that is organic matter content 41,03%, C-organic content 8,53% and K-total 0,583%. P1 treatment (5% rumen content) results in the highest productivity (P<0.05) in terms of age and yields compared with other treatments. In conclusion, rumen contents waste has potential as alternate materials replace rice bran, increase nutrient on mushroom media and white oyster mushroom production.

Kata Kunci : limbah isi rumen, media tanam (baglog), jamur tiram


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.