MAKNA PUISI RISALATUN ILA SYARUN DALAM ANTOLOGI PUISI FI RIHABI AL-QUDSI KARYA FARUQ JUWAIDAH: ANALISIS SEMIOTIK RIFATERRE
RAISA FADELINA, Zulfa Purnamawati, S.S., M.Hum.
2018 | Skripsi | S1 SASTRA ARABRisalatun Ila Syaruna dalah puisi yang ditulis oleh seorang penyair bernama Faruq Juwaidah. Di dalam puisi tersebut terdapat tanda-tanda yang harus dimaknai. Oleh karena itu, untuk menemukan makna puisi tersebut digunakan teori semiotik yang merupakan ilmu tentang tanda-tanda. Adapun metode yang digunakan adalah metode semiotik yang ditawarkan Rifaterre. Dalam penelitian ini digunakan dua dari empat metode, yaitu menemukan ketidaklangsungan ekspresi dan pembacaan semiotik yang terdiri atas pembacaan heuristik dan hermeneutik. Puisi ini terdiri dari empat bagian. Bagian pertama mengungkapkan kemarahan dan protes terhadap tindakan-tindakan Israel yang mengakibatkan penderitaan bagi bangsa Palestina. Bagian kedua merupakan ajakan untuk mencapai perdamaian dan kemerdekaan bagi bangsa Palestina. Bagian ketiga mengungkapkan kritik-kritik terhadap kondisi bangsa Arab pada saat ini yang terjebak pada kehidupan dunia dan melupakan ajaran Nabi Muhammad SAW. Bagian keempat mengungkapkan tentang semangat perjuangan bangsa Palestina untuk melawan Israel. Mereka berjuang melalui berbagai macam cara dengan cara fisik dan non fisik. Mereka juga mengajak bangsa Arab dan umat Islam untuk ikut memperjuangkan Palestina. Dapat disimpulkan bahwa puisi ini mengungkapkan tentang penderitaan yang dialami oleh bangsa Palestina yang menyebabkan kemarahan terhadap Israel. Meskipun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan langkah bangsa Palestina untuk mendapatkan kemerdekaannya.
The poetry Risalatun Ila Syarun is one of Faruq Juwaidahâs work. In this poem, there are signs that must be interpreted. This poetry was analyzed using a semiotic theory which studying about systems, signs, and conventions that enable signs to posses the meaning. This research uses two of four methods by Rifaterre, they are : heuristic and hermeneutic reading. This poetry divided into four parts. The first part revealed about indignation and protest over Israelâs actions that effect in suffering for the Palestinians. The second part is exclamation for achieving piece and independence for the Palestinians. The third part revealed the critisisms of the Arabs for nowadays which influenced with the deceit of the world and they have abandoned the command of the Prophet Muhammad SAW. The fourth part revealed the spirit of the Palestinian struggle against Israel. They fought through various ways in physical and non-physical ways.They also invited Arabs and Muslims to join the struggle for Palestinian independence.Based on the study, the poetry Risalatun Ila Syarun describes about suffering for the Palestinians which causes indignation over Israelâs actions. However, it is not weaken the Palestinians for achieving independence.
Kata Kunci : Puisi, Faruq Juwaidah, Semiotik, Palestina