Laporkan Masalah

JOB INSECURITY SEBAGAI MEDIATOR ANTARA KEADILAN PROSEDURAL DAN KOMITMEN ORGANISASI PEGAWAI NEGERI SI

NURKUMALA SAKTI,

2016 | Tesis |

Salah satu faktor yang menentukan kualitas pendidikan di perguruan tinggi adalah kualitas pelayanan tenaga kependidikan. Tenaga kependidikan beperan penting karena bertugas menunjang penyelenggaraan pendidikan dan berhubungan langsung dengan dosen dan mahasiswa. Permasalahan yang terjadi saat ini adalah rendahnya disiplin kerja, tanggung jawab dan pelayanan yang menjadi indikator kurangnya komitmen organisasi. Tenaga kependidikan membutuhkan komitmen organisasi untuk menjaga arah perilaku dan mengikat karyawan untuk terlibat dalam kemajuan perguruan tinggi, berupaya keras dalam bekerja dan bersedia menerima perubahan. Hal tersebut tentu saja mendorong organisasi untuk mampu mengimplementasikan sistem pengelolaan yang adil melalui keadilan prosedural. Keadilan prosedural mampu memberi kesempatan kepada karyawan untuk terlibat dan memberikan pendapatnya dalam pengambilan keputusan. Pemberian kesempatan ini akan menurunkan ketidakpastian dan ketidakberdayaan mengenai perubahan (job insecurity) yang terjadi yang kemudian mendorong komitmen organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran job insecurity sebagai mediator antara keadilan prosedural dan komitmen organisasi. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan menyebarkan skala komitmen organisasi, skala keadilan prosedural dan skala job insecurity. Subjek penelitian adalah 123 tenaga kependidikan perguruan tinggi negeri X yang berstatus karyawan tetap dan memiliki masa kerja minimal 1 tahun. Analisis data menggunakan analisis jalur dengan program Lisrel 9.2. Hasil penelitian menunjukkan job insecurity mampu menjadi mediator antara keadilan prosedural dan komitmen organisasi. Keadilan prosedural tidak memiliki peran signifikan terhadap komitmen organisasi ketika job insecurity dimasukkan sebagai mediator.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.