Laporkan Masalah

PERAN KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN TRANSAKSIONAL TERHADAP MOTIVASI INTRINSIK DENGAN MEDIATOR PS

EKO PUJIONO,

2015 | Tesis |

Motivasi merupakan suatu penggerak yang ada dalam diri manusia untuk memunculkan kinerja. Motivasi intrinsik lebih mampu meningkatkan motivasi kerja dibandingkan dengan motivasi ekstrinsik. Setiap anggota Polri dituntut memiliki motivasi yang tinggi dari dalam diri (intrinsic motivation) dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kepemimpinan transformasional dapat membuat karyawan termotivasi secara intrinsik dibandingkan kepemimpinan transaksional. Psychological wellbeing juga dianggap dapat mempengaruhi motivasi instrinsik karena menciptakan kondisi emosional dan penilaian positif anggota terhadap hubungan di tempat kerja. Personil yang memiliki psychological wellbeing tinggi akan termotivasi secara instrinsik untuk meningkatkan kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pola kepemimpinan transformasional dan transaksional terhadap motivasi instrinsik karyawan dengan psychological wellbeing sebagai mediator pada personil Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah 212 anggota Polda D.I. Yogyakarta. Sebagai variabel independen, yaitu kepemimpinan transformasional dan transaksional, variabel dependennya adalah motivasi instrinsik, serta variabel mediatornya adalah psychological wellbeing. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui survei. Metode analisis data yang digunakan adalah multiple regression analysis dengan program SPSS 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa psychological wellbeing mampu menjadi mediator antara kepemimpinan transformasional dan motivasi intrinsik.Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa psychological wellbeing tidak mampu menjadi mediator antara kepemimpinan transaksional dan motivasi intrinsik.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.