PERAN ART THERAPY PADA REGULASI EMOSI REMAJA KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA
Gartika Nurani Erawan,
2015 | Tesis |Tingkat kekerasan pada remaja di Indonesia setiap tahunnya meningkat dan sebagian besar terjadi di lingkungan keluarga. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa remaja korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) mengalami kesulitan meregulasi emosi. Fakta ini menegaskan pentingnya penanganan psikologis terhadap remaja korban KDRT dalam meregulasi emosinya. Art therapy merupakan tekhnik terapi yang dapat mendorong pertumbuhan pribadi, meningkatkan pemahaman diri, dan membantu dalam memperbaiki emosi pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peranan Art Therapy dalam meningkatkan regulasi emosi pada remaja korban KDRT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan one group pretest-posttest design using double pretest. Subjek penelitian adalah 6 remaja usia 11-15 tahun yang menjadi korban KDRT baik langsung maupun tidak langsung. Pengukuran regulasi emosi menggunakan skala CERQ (Cognitive Emotion Regulation Quetionnaire) yang diberikan pada subjek sebelum dan setelah pemberian Art Therapy. Data penelitian dianalisis dengan a dependent sample t-test, sehingga diketahui perbedaan skor regulasi emosi pada pretes dan post-tes. Berdasarkan hasil uji statistik antar kelompok tes diketahui bahwa semua nilai p>0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Art Therapy dalam penelitian ini tidak berperan signifikan dalam meningkatkan regulasi emosi para subjek. Meski demikian hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa proses pembuatan gambar dalam Art Therapy membantu memfasilitasi ekspresi emosi para subjek yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Kata Kunci :