Laporkan Masalah

RESILIENSI SINGLE MOTHER KARENA PERCERAIAN

Dyah Putri Kinasih,

2015 | Tesis |

Perceraian memang menjadi salah satu stressor hidup yang pahit untuk dijalani, tetapi jika individu dapat melewati semua kesulitan yang terjadi dan memiliki resiliensi yang baik, maka segala kesulitanpun dapat dilewati dengan baik pula, termasuk bagaimana single mother menghadapi berbagai tekanan hidup sebagai konsekuensi perceraian. Penelitian ini mencoba menjawab beberapa pertanyaan berikut, bagaimana dinamika resiliensi single mother; stressor apa saja yang dihadapi single mother sebelum, selama dan sesudah perceraian terjadi; faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi single mother hingga pada akhirnya dapat mencapai resiliensi yang baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses resiliensi muncul ketika individu dituntut untuk beradaptasi dengan stressfull life events. Hasil wawancara menunjukkan bahwa setiap subjek memiliki pengalaman yang berbeda pada kasus perceraiannya. Semua subjek dalam penelitian ini merasakan bahwa pemenuhan ekonomi dan stigma negatif masyarakat menjadi hal yang terasa berat harus dihadapi oleh single-mother. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada lima subjek, dapat dilihat bahwa masing-masing subjek memiliki pengalaman sendiri dalam dinamika resiliensi mereka. Konsep ‘nrimo’, spiritualitas dan dukungan sosial menjadi faktor pendukung yang kuat dalam pencapaian resiliensi subjek.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.