PERBEDAAN KECENDERUNGAN MEMILIH MEREK DALAM MEMBELI MOBIL PADA PEGAWAI NEGRI SIPIL, dan PEGAWAI SWAS
Hariyoko Marandi Hadipranata,
2015 | Skripsi |Dari 1000 orang Indonesia, hanya 30 orang yang mempunyai mobil, ini berarti potensi pasarnya masih sangat besar Jongkie (2010) juga menambahkan sepanjang tahun lalu, mobil jenis MPV cukup mengusai pangsa pasar dengan menembus angka penjualan sebanyak 66 persen. Daihatsu 15,5 persen dan Mitsubishi 13,9 persen, sementara dari 35 merek mobil terlaris di antaranya Toyota Avanza 18,5 persen, Daihatsu Xenia 8,6 persen, dan Toyota Kijang Innova 7 persen,” (Sandra. 2010). Pernyataan di atas menunjukkan pembelian mobil meningkat. Bagaimana hal itu di Kota Yogyakarta ? khususnya pegawai negri sipil dengan pegawai swasta dalam memilih merek dalam membeli mobil. Lamb, Hair Jr, & McDaniel (2004) mengemukakan merek dapat berupa nama, simbul, desain, atau kombinasinya, dan seringkali merupakan langkah fundamental dalam melakukan diferensasi produk dari kompetitornya. Merek juga digunakan untuk berkomunikasi dengan konsumen secara cepat, tipe keuntungan yang diharapkan akan dihasilkan dari penggunaan produk. Merek yang memiliki kesadaran tinggi, kualitas yang dirasakan dan loyalitas merek diantara konsumen akan memiliki ekuitas merek yang tinggi. Merek merupakan sebuah identitas produk atau jasa atau bahkan bagi perusahaan (corporate brand). (Kottler, 2003).
Kata Kunci :