MODEL KONTROL SOSIAL PERILAKU REMAJA BERISIKO PENYALAHGUNAAN NAPZA
Eny Purwandari,
2015 | Disertasi |Peningkatan jumlah penyalahgunaan NAPZA yang tercatat Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) menjadikan penyalahgunaan NAPZA sebagai permasalahan kompleks. yang melibatkan individu, kelompok, dan masyarakat. Kompleksitas masalah tersebut dapat dikelompokkan menjadi faktor individu, keluarga, teman sebaya di sekolah, dan di komunitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji model kontrol sosial yang menunjukkan keterkaitan antara faktor-faktor eksternal, yang terdiri dari kelekatan ayah-anak, kelekatan ibu-anak, komitmen sekolah, keyakinan adanya aturan luar, keterlibatan teman sebaya, keterlibatan kegiatan waktu luang, juga perilaku merokok terhadap perilaku risiko penyalahgunaan NAPZA pada remaja Subjek terdiri dari 241 remaja berisiko penyalahgunaan NAPZA yang memiliki orang tua lengkap dan aktif sebagai siswa di tahun ajaran 2013/2104. Model teoritis yang dibangun untuk menguji model kontrol sosial perilaku remaja berisiko penyalahguna NAPZA menggunakan structural equation modeling (SEM). Selain itu, juga menggunakan MANOVA untuk menguji perbedaan antara yang berisiko dan tidak berisiko, ANOVA untuk menguji perbedaan jenis kelamin pada perilaku risiko penyalahgunaan NAPZA, dan analisis diskriminan. Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) kesamaan antara model teoritik dan empirik bahwa model kontrol sosial perilaku remaja berisiko penyalahgunaan NAPZA dapat dijelaskan dari faktor-faktor eksternal yang terdiri dari kelekatan ayah-anak, kelekatan ibu-anak, komitmen sekolah, keyakinan adanya aturan luar, keterlibatan kegiatan waktu luang, kelekatan teman sebaya, dan perilaku merokok, 2) perilaku remaja berisiko penyalahgunaan NAPZA dapat diprediksi dari keterlibatan kegiatan waktu luang dan perilaku merokok, 3) faktor risiko pada remaja tidak berisiko penyalahgunaan NAPZA adalah perilaku merokok, keterlibatan kegiatan mengisi waktu luang, dan kelekatan teman sebaya; pada remaja berisiko yang menjadi faktor risiko adalah keterlibatan kegiatan waktu luang, 4) faktor proteksi antara kelompok remaja berisko dan tidak berisiko sama, yaitu kelekatan ayah-anak, kelekatan ibu-anak, dan komitmen sekolah, yang berbeda pola proteksinya, 5) perilaku risiko penyalahgunaan NAPZA pada laki-laki dipengaruhi oleh faktor eksternal tersebut pada poin 1. Hasil penelitian ini akan bermanfaat untuk program intervensi penyalahgunaan NAPZA. Kata kunci : risiko penyalahgunaan NAPZA, kelekatan, komitmen, keterlibatan, keyakinan
Kata Kunci :