KONSEP PSIKOTERAPI KAWRUH JIWA KI AGENG SURYOMENTARAM
Abdul Kholik,
2014 | Tesis |Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara kawruh jiwa dengan ngudari reribetnya menjadi sebuah konsep psikoterapi yang berbasiskan rasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan terminologi fenomenologi mendalam. Responden dalam penelitian ini adalah dua orang pelajar kawruh jiwa. Data didapatkan melalui metode wawancara dan disertai dengan triangulasi data literatur. Hasil penelitian ini menemukan bahwa mawas diri dengan jalan kandhatakon melalui nyawang karep untuk nyocokaken raos dalam ngudari reribet adalah sebagai sebuah esensi psikoterapi kawruh jiwa Ki Ageng Suryomentaram. Kandha-takonnya meliputi: Kandha takon pasinaon raos. Kandha-takon ini tujuannya untuk mengembangkan teknik ngudari reribet. Kandha-takonnya bersifat luluh (sirnaning raos aku-kowe) dan relasinya egaliter yang berarti tanpa merasa menjadi guru dan murid. Berikutnya, kandha takon jawah kawruh. Kandha-takon ini sifatnya njujug raos (njujug raosipun tiyang sanes sejatine njujug raosipun piyambak). Mawas diri dengan nyawang karep untuk nyocokaken raos dalam ngudari reribetnya ini meliputi: Kandha takon dimensi interpersonal. Kanda-takon ini biasanya disebut dengan sharing permasalahan terhadap persepsi rasanya sendiri. Kandha-takon dimensi intrapersonal. Kandha-takon ini berlangsung dengan dirinya sendiri yang biasa disebut dengan nyawang karep yang bersifat mencandra rasa atau introspektif. Kandha-takon ini meliputi: Pertama. Dinamika mawas diri sebagai pengalaman mencandra rasanya sendiri dengan cara mencandra rasanya orang lain di dalam rasanya sendiri. Kedua. Dinamika mawas diri sebagai pengalaman mencandra gagasan rasa pikirannya sendiri. Metode mawas diri dengan jalan kandha-takon melalui nyawang karep untuk nyocokaken raos dalam ngudari reribet, berlangsung pada kondisi pikirannya ”yang nyata” saat ini, dengan sepenuh hati bisa menerima keadaan yang tanpa kuasa untuk memiliki pilihan yang lain (saiki, kene, ngene yo gelem). Kata kunci: Kandha takon, Nyawang karep, Ngudari reribet, Nyocokaken raos, Mawas diri, Kawruh jiwa, Saiki kene ngene yo gelem
Kata Kunci :