Laporkan Masalah

PENERAPAN DEVELOPMENTAL PEER APPRAISAL UNTUK MENINGKATKAN KOHESIVITAS TUGAS

Erny Herawaty,

2014 | Tesis |

Tantangan globalisasi yang semakin kompleks mendorong organisasi untuk lebih dapat memberdayakan potensi yang dimiliki oleh tim. Keberagaman pada pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan yang dimiliki oleh tiap individu dalam tim menyebabkan tim mampu mencapai tujuan yang lebih kompleks dibandingkan individu. Menyikapi keberagaman tersebut, kohesivitas tugas pun dianggap sebagai pendekatan yang efektif untuk dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh tim dalam pencapaian tujuan. Agar suatu tim dapat menjadi kohesif-tugas maka dibutuhkan metode umpan balik yang melibatkan anggota tim dan bertujuan untuk pengembangan, yaitu developmental peer appraisal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penerapan developmental peer appraisal untuk meningkatkan kohesivitas tugas pada anggota tim. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi dengan desain untreated control group design with pretest and posttest. Subjek dalam penelitian adalah pekerja Waroeng Spesial Sambal yang berjumlah 30 orang. Subjek penelitian kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang masing-masing kelompok terdiri dari 15 orang. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa penerapan developmental peer appraisal. Dua minggu setelah diberikan perlakuan, dilakukan pengukuran kohesivitas tugas dengan menggunakan modifikasi skala kohesivitas tugas yang disusun oleh Beaubien (2003) dan Carless dan De Paola (2001) berjumlah sembilan aitem. Analisis data menggunakan uji non parametrik Mann-Whitney. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa kohesivitas tugas tidak meningkat secara signifikan setelah penerapan developmental peer appraisal (Z = -1,222, p > 0,05). Kata kunci : developmental peer appraisal, kohesivitas tugas

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.