Laporkan Masalah

KETERAMPILAN PSIKOLOGIS MODEL BK “PROAKTIF”

NURYATI ATAMIMI,

2014 | Disertasi |

Pendidikan merupakan sebuah indikator penting untuk mengukur kemajuan suatu bangsa. Guru BK mempunyai peranan penting dalam mewujudkan kualitas anak didik sebagai indikator kualitas kegiatan belajar mengajar. Latar belakang masalah adalah karena ada kesenjangan antara kebutuhan akan guru BK dan ketersediaan guru BK, Persepsi yang kurang positif terhadap guru BK diduga menjadi sebab berkurangnya minat calon guru untuk menjadi guru BK sehingga beberapa program BK di tingkat Perguruan Tinggi ditutup. Pelatihan keterampilan psikologis Model BK “PROAKTIF” dirancang dengan tujuan membantu meningkatkan fungsi lembaga BK khususnya guru BK menjadi tempat yang efektif, efisien, aman dan nyaman bagi siswa khususnya dan kalangan terkait pada umumnya (orangtua siswa, sesama rekan guru, personil sekolah). Dasar konseptual penelitian ini adalah pengembangan dan peningkatan diri yang dibutuhkan guru BK untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional berdasarkan pada need assessment mereka. Hipotesis yang diajukan adalah ada pengaruh positif signifikan pelatihan keterampilan psikologis Model BK “PROAKTIF” terhadap peningkatan skor rerata variabel tergantung. Metode penelitian ini dirancang dalam empat tahapan yaitu: survei, kegiatan eksperimen, monitoring dan analisis data penelitian. Sebagai variabel bebas: adalah pelatihan keterampilan psikologis Model BK “PROAKTIF”, Variabel tergantung: adalah persepsi terhadap diri, persepsi terhadap profesi sebagai guru BK, harga diri, kepercayaan diri, kepuasan kerja dan motivasi kerja yang dipilih berdasarkan pada need assessment di tempat penelitian dan konsep teoritis yang menekankan pada peranan 6 variabel tersebut terhadap peningkatan kualitas diri individu. Aktivitas pelatihan keterampilan psikologis Model BK “PROAKTIF” dilakukan berpedoman pada modul yang disusun berdasarkan pada need assessment di lapangan penelitian. Subjek eksperimen adalah guru BK SMP di Kabupaten Bangka dengan jumlah 21 orang sedangkan sebagai kelompok kontrol adalah 20 orang guru SMP di Kabupaten Bangka Tengah. Pelatihan dilakukan dalam waktu 3 hari 2 malam selama 30 jam efektif. Alat pengumpulan data adalah skala pengukuran psikologis, yang terdiri dari Skala 1a (Persepsi Diri); Skala 1b (Persepsi terhadap Profesi); Skala 2 (Harga Diri); Skala 3 (Kepercayaan Diri); Skala 4 (Kepuasan Kerja); dan Skala 5 (Motivasi Kerja). Desain eksperimen yaitu The untreated control group design with pre- test and post-test. Teknik analisis data One Way Analysis of variance. Hasil analisis data menemukan bahwa ada perbedaan signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen pada rerata skor semua variabel tergantung dengan mengontrol skor rerata pre-test nya. Hal ini berarti ada pengaruh pelatihan keterampilan psikologis Model BK “PROAKTIF” terhadap peningkatan rerata skor variabel tergantung. Pada post-test 1 maupun post-test 2 follow-up, semua variabel tergantung menunjukkan ada peningkatan skor rerata kelompok yang signifikan (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan psikologis Model BK “PROAKTIF” mampu meningkatkan persepsi terhadap diri, profesi, harga diri, kepercayaan diri, kepuasan kerja dan motivasi kerja guru BK. Jika dilihat dari skor rerata kasar, nampak terjadi penurunan skor rerata dan SD pada saat postest follow-up 2 setelah jarak waktu 10-12 bulan dilaksanakan pelatihan. Hal tersebut menunjukkan bahwa Model BK “PROAKTIF” akan menjadi lebih efektif jika dilaksanakan secara berkala untuk menjaga stabilitas dan konsistensi peningkatan kualitas kerja guru BK, khususnya pada variabel tergantung yang diteliti yaitu persepsi terhadap diri, persepsi terhadap profesi sebagai guru BK, harga diri, kepercayaan diri. kepuasan kerja dan motivasi kerja.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.