STUDI KASUS MAHASISWA BEKERJA PARUH WAKTU: KETIKA KEMAJUAN, PENGAKUAN, PENCAPAIAN, DAN KEREKATAN MEN
ADITYA JATMIKA,
2014 | Skripsi |Mahasiswa yang bekerja sambil kuliah memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi manajemen waktu. Banyak dari mereka yang kesulitan dalam membagi waktu antara bekerja dengan menunaikan tugas sebagai akademisi. Seringkali mereka harus menerima nilai buruk dikarenakan kesulitan tersebut. Meskipun demikian, tidak sedikit pula mahasiswa yang mampu melewati proses bekerja dan kuliah dengan lancar, sehingga nilai masih terjaga baik. Bekerja juga memiliki manfaat tersendiri di samping efek buruk yang ditimbulkannya. Mahasiswa pekerja paruh waktu mampu meningkatkan ketrampilan kerja maupun pribadi melalui pelatihan yang diadakan perusahaaan. Bekerja paruh waktu juga menyediakan jaringan yang dibutuhkan dalam mengembangkan karir. Baik mahasiswa yang bermasalah dengan nilai ataupun tidak, mereka tetap menemui masalah di tempat kerja seperti gaji rendah, fasilitas tempat kerja yang minim, dan kurangnya perhatian dari manajemen. Penelitian ini mencoba mengungkap apa yang memotivasi mahasiswa tetap bekerja paruh sambil kuliah dengan berbagai permasalahan yang ada baik di tempat kerja maupun personal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Temuan yang didapat menunjukkan empat motivator yang cukup signifikan mempengaruhi. Motivator pertama adalah kemajuan melalui pengembangan diri yang didapat dari pelatihan saat awal masuk maupun pendalaman ilmu selama kerja. Kedua adalah pengakuan melalui penghargaan baik material seperti penghargaan tiap bulan (employee of the month), maupun non-material seperti pujian ataupun feedback atas kinerja. Ketiga adalah pencapaian atas target yang ingin diraih dalam bekerja. Kemudian motivator yang terakhir adalah kerekatan yang tinggi di tempat kerja.
Kata Kunci :