Laporkan Masalah

Penerapan Organisasi Pembelajar Di Rumah Sakit Panti Rahayu, Purwodadi, Jawa Tengah

Ika Wahyu Pratiwi,

2014 | Tesis |

Rumah sakit Panti Rahayu merupakan rumah sakit pertama yang ada di kota Purwodadi yang didirikan pada tahun 1976 dan sempat menjadi rumah sakit satusatunya yang ada di kota tersebut. Seiring berjalannya waktu, kota Purwodadi pun mengalami perkembangan, sarana dan prasarana umum semakin bertambah jumlahnya, tak terkecuali pertumbuhan rumah sakit -rumah sakit baru dan praktek dokter pribadi yang banyak ditemukan di kota tersebut. Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan semakin beragam dan kebijakan pemerintah terkait dengan pelayanan kesehatan juga kerap berubah dala periode tertentu. Secara lebih lanjut, perubahan lingkungan tersebut membuat rumah sakit Panti Rahayu harus peka dalam memenuhi tuntutan lingkungan demi menjaga eksistensi organisasi. Tindakan pertama yang dilakukan oleh rumah sakit Panti Rahayu adalah merubah visi organisasi, namun dalam pencapaian visi tersebut bukanlah hal yang mudah, karena banyak kendala yang harus dihadapi oleh rumah sakit Panti Rahayu. Dalam mengatasi kendala tersebut maka rumah sakit Panti Rahayu membentuk diri sebagai organisasi pembelajar. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui bagaimana penerapan organisasi pembelajar di rumah sakit Panti Rahayu dalam mempertahankan eksistensi organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan yang ada di Purwodadi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan metode studi kasus yang menekankan pada pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa” peristiwa tersebut bisa terjadi. Pengumpulan data pada penelitian study kasus menggunakan banyak sumber informasi seperti observasi, wawancara, materi audio visual, dokumendokumen, dan laporan-laporan. Berdasar hasil penelitian, wujud organisasi pembelajar yang dilakukan oleh rumah sakit Panti Rahayu adalah dalam bentuk perilaku, yaitu berbagi pengetahuan (transfer knowledge), penguatan nilai (value empowerment). menciptakan lingkungan kerja yang kondusif (making condussive environment), tndakan korektif (corrective action) dan penguatan proses internal (internal process empowerment). Secara lebih lanjut, keberhasilan dalam penerapan perilaku-perilaku tersebut pada kehidupan sehari-hari di rumah sakit tidak lepas dari peran pemimpin sebagai role model bagi para karyawannya. Pada akhirnya, penerapan kelima perilaku tersebut tidak hanya bertujuan untuk menjaga eksistensi organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan, tetapi juga memperkuat konsep organisasi sebagai “Gajah Menari”. Kata Kunci: organisasi pembelajar, proses pembelajaran, rumah sakit

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.