FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEMAMPUAN LITERASI DASAR DALAM KONTEKS KELUARGA
Lisnawati Ruhaena,
2014 | Skripsi |Paradigma keluarga sebagai asset/modal bagi pengembangan potensi literasi awal anak (strength-based approach), mengarahkan peneliti untuk mengkaji faktor-faktor yang perperan dalam pencapaian literasi awal anak dalam konteks keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik apakah penggunaan teknologi multimedia, rutinitas keluarga, keyakinan holistik orang tua, dan aktivitas literasi di rumah dapat menjadi penentu kemampuan literasi awal. Kerangka teoretis yang dibangun menggunakan landasan teori perkembangan kognitif dan sosial-kultural sebagai teori konstruktivist. Untuk tujuan ini dilakukan pengumpulan data terhadap 206 subjek orang tua yang memiliki anak prasekolah usia 5-7 tahun di Surakarta. Data tentang penggunaan teknologi multimedia, rutinitas keluarga, keyakinan holistik orang tua, dan aktivitas literasi di rumah dikumpulkan dengan empat skala yang diisi oleh ibu sedangkan data kemampuan literasi awal dikumpulkan dengan pengetesan terhadap anak. Data dianalisis dengan mengunakan model persamaan struktural (structural equation modeling). Uji hipotesis menunjukkan bahwa faktor penggunaan teknologi multimedia, rutinitas keluarga, keyakinan holistik orang tua tidak menentukan kemampuan literasi awal anak. Aktivitas literasi awal anak di rumah juga tidak berperan sebagai mediator antara penggunaan teknologi multimedia, rutinitas keluarga, keyakinan holistik orang tua dengan kemampuan literasi awal anak prasekolah. Aktivitas literasi di rumah belum difungsikan untuk pengembangan kemampuan literasi awal anak prasekolah. Pada subjek penelitian ini, usia kronologis anak dan aktivitas literasi di kelas (TK) lebih berperan terhadap pencapaian kemampuan literasi awal dari pada faktor-faktor dalam konteks keluarga. Kata kunci: literasi awal, konteks keluarga, teori konstruktivis
Kata Kunci :