HUBUNGAN CITRA RAGA DAN KECENDERUNGAN GANGGUAN MAKAN PADA REMAJA PUTRI AKHIR
RESA WURYANSARI,
2014 | Skripsi |Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan citra raga dan kecenderungan gangguan makan pada remaja putri. Citra raga didefinisikan sebagai gambaran mental, perasaan dan sikap subjek dalam menilai dan menerima kondisi tubuhnya. Kecenderungan gangguan makan merupakan kecenderungan terhadap berbagai perilaku yang menjadi bagian dalam kriteria gangguan makan klinis menurut DSM-5, namun dengan frekuensi dan intensitas yang lebih rendah dibandingkan yang diperlukan untuk memenuhi kriteria diagnosis gangguan makan. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa terdapat hubungan negatif antara citra raga dan kecenderungan gangguan makan. Semakin tinggi citra raga, semakin rendah kecenderungan gangguan makan. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah citra raga, maka kecenderungan gangguan makan semakin tinggi. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswi semester dua dan empat Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada yang berjumlah 110 orang. Skala yang digunakan untuk mengukur masing-masing variabel adalah skala citra raga yang disusun berdasarkan aspek-aspek kepuasan citra raga dari Banfield dan McCabe (2002), serta skala kecenderungan gangguan makan yang merupakan modifikasi dari Eating Attitudes Test – 26 (Garner, dkk., 1982) dan Eating Disorders Inventory (Garner, dkk., 1983). Metode statistika yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi tata jenjang dari Spearman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara citra raga dan kecenderungan gangguan makan (rxy= -0, 653 and p< 0, 01), sehingga hipotesis diterima. Sumbangan efektif citra raga terhadap kecenderungan gangguan makan sebesar 42%. Kata kunci: citra raga, kecenderungan gangguan makan
Kata Kunci :