Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI YANG EFEKTIF ATASAN KEPADA BAWAHAN DENGAN INTENSI TURNOVER PADA KARYAWAN

DIAN ANNISA MUNDI,

2012 | Skripsi |

organisasi. Salah satu unsur penting yang menentukan timbulnya intensi turnover pada karyawan adalah komunikasi efektif yang terjalin dari atasan kepada bawahan. Adanya penilaian karyawan yang positif terhadap komunikasi atasan kepada bawahan diasumsikan dapat mengurangi timbunya intensi turnover pada karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara komunikasi efektif atasan kepada bawahan dengan intensi turnover karyawan. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan negatif antara komunikasi efektif dengan intensi turnover. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data merupakan angket adaptasi dari angket intensi turnover dan angket komunikasi efektif yang telah digunakan pada penelitian-penelitian sebelumnya. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan tetap divisi news & current affairs (N=47) Kompas Inspirasi Indonesia. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan sangat signifikan yang negatif antara komunikasi efektif dengan intensi turnover, dengan nilai sig. p = 0,00 (p < 0,01) dan nilai korelasi sebesar r = -0,572. Analisis tambahan yang dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel demografis (jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan) terhadap intensi turnover menunjukkan bahwa hanya variabel usia yang mempunyai hubungan signifikan terhadap intensi turnover karyawan. Kata kunci: intensi turnover, komunikasi efektif, atasan, bawahan, variabel demografik

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.