GAYA HIDUP DAN KONSEP DIRI PADA KALANGAN SOSIALITA DI KOTA JAKARTA
YEFITA CITRAWATI,
2012 | Skripsi |Sosialita memiliki dua wajah, di satu sisi terlihat berjiwa sosial, menuruti nasehat orang tua, dan religius, akan tetapi di sisi lain diberitakan dan dikaitkan dengan kasus korupsi sehingga terdapat alasan untuk meneliti lebih jauh mengenai fenomena kalangan sosialita melalui pendekatan grounded theory. Responden utama penelitian ini adalah empat orang dari kalangan sosialita yang berprofesi sebagai publik figur. Dua orang responden lain adalah orang yang mengenal responden utama tersebut. Disamping itu, penelitian ini juga mengungkap pendapat dari pakar kehidupan sosialita dan pengamat lingkungan sosial. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa alasan utama yang menjadi prioritas dan keinginan yang kuat bagi kalangan sosialita dalam melakukan kegiatan mereka menurut hasil penelitian penulis adalah being “eksis”. Dari hasil penelitian diketahui berbagai alasan mendasar yang menjadi dorongan dan motif dari kegiatan yang dilakukan oleh kalangan sosialita yakni need for survial, need for power, need for fun, need for freedom, dan need for love and belonging”. Dalam mewujudkan keinginan untuk eksis, ada beberapa hal yang menjadi concern yang merupakan gambaran konsep diri yang sesungguhnya dan tidak diekspresikan kepada publik yaitu adanya ketergantungan pada kelompok sosialita (“inner circle”), ketakutan kehilangan eksistensi, ketakutan merasa kesepian, ketergantungan psikologis pada orang tua dan mempertahankan profesi publik figur. Kata
Kata Kunci :