DINAMIKA AGRESIVITAS PADA ISTRI YANG MENJADI KORBAN JUGA PELAKU KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA
Orley Charity Sualang,
2012 | Tesis |KDRT sudah menjadi suatu fenomena yang membawa korban bagi anggota keluarga. Sejauh ini, penanganan KDRT belum dapat diselesaikan secara optimal, hal ini terbukti dari peningkatan jumlah kasus dari tahun ke tahun dan adanya ketegangan psikologis pada istri sebagai akibat dari kekerasan yang dilakukan suami sehingga memunculkan frustrasi. Adapun bentuk mekanisme negatif dari frustrasi berupa: perilaku agresi yang ditunjukkan dengan keinginan melampiaskan rasa marah, atau kekesalan yang bertumpuk-tumpuk pada pihak yang lebih lemah dan terdekat, yakni: anak-anak. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap secara mendalam dan mendeskripsikan dinamika agresivitas pada istri yang menjadi korban juga pelaku KDRT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara terhadap 2 orang informan yang merupakan istri atau ibu yang telah bercerai (20-40 tahun) dan menjadi korban KDRT dari suaminya juga pelaku KDRT bagi anaknya. Dari pembahasan terhadap hasil wawancara disimpulkan bahwa dinamika agresivitas pada istri yang menjadi korban juga pelaku KDRT dapat dilihat dari stimulus agresor atau stresor. Stimulus agresor atau stresor tersebut direspon oleh istri dalam bentuk positive coping (problem focused-coping dan spiritualitas) dan negative coping (stres, fokus pada penarikan diri dan konfrontasi, dan perilaku agresi pada anak-anak). Postive coping seharusnya dapat dilakukan secara efektif, akan tetapi kenyataannya tidak karena istri mengalami stres sehingga perilaku yang muncul bukanlah bentuk coping yang positif melainkan coping yang negatif. Apabila istri dapat melakukan coping yang positif secara efektif, maka ia dapat menyelesaikan konflik dan KDRT karena ia memiliki kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis yang positif (seperti: penerimaan diri, perkembangan potensi diri, relasi yang positif dengan orang lain, kemampuan untuk mengatur perilaku, memiliki tujuan hidup, dan kemampuan untuk memilih lingkungan yang berguna untuk mencapai tujuan). Akan tetapi, apabila istri tidak mampu mengatasi stresnya, maka ia dapat menjadi agresor bagi anaknya dan ada kecenderungan mengalami gangguan kepribadian emosional tak stabil tipe impulsif dan gangguan stres pasca-trauma. Kata kunci: Dinamika Agresivitas, Korban KDRT juga pelaku KDRT.
Kata Kunci :