HUBUNGAN ANTARA SOCIAL SUPPORT DENGAN SUBJECTIVE WELL BEING PADA PENSIUNAN
VIVI DYAH RAMANDA,
2012 | Skripsi |Masa pensiun seharusnya menjadi masa yang membahagiakan bagi individu. Pada kenyataannnya, orang-orang justru mengalami berbagai masalah fisik, finansial, psikologis, dan sosial. Kurangnya kesiapan individu menghadapi perubahan-perubahan ketika pensiun menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai masalah pensiunan. Adanya berbagai masalah yang dialami pensiunan ini menunjukkan rendahnya subjective well being pada pensiunan. Subjective well being adalah penilaian individu terhadap kehidupan mereka yang terdiri dari komponen kepuasan hidup, afek positif, dan afek negatif (Diener, 2002). Subjective well being dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya social support. Social support merupakan informasi, emosi, materi dan keberadaan orang lain untuk seseorang yang membuatnya nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empirik hubungan antara social support dengan subjective well being pada pensiunan. Subjek penelitian ini adalah pensiunan-pensiunan guru PNS di Kecamatan Moyudan, berjumlah 64 pensiunan. Instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data terdiri dari Skala Subjective Well Being dan Skala Social Support. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi product- moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara social support dengan subjective well being pada pensiunan (p < 0,01). Sumbangan efektif social support terhadap subjective well being adalah sebesar 24,5%. Informational support, instrumental support, dan social companionship memiliki hubungan yang sangat signifikan terhadap subjective well being pada pensiunan. Terdapat perbedaaan antara ketiga bentuk social support tersebut. Urutan social support dari yang terbesar ke terkecil adalah instrumental support, social companionship, dan informational support. Kata kunci: subjective well being, social support, pensiun, pensiunan
Kata Kunci :