Laporkan Masalah

EFEKTIFITAS MODUL PENGAJARAN METODE SIMULASI UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN MORAL ANAK TAMAN

RETNO FIRDIYANTI,

2012 | Skripsi |

Taman Kanak - Kanak Negeri 2 Yogyakarta telah melakukan berbagai macam upaya untuk meningkatkan kecerdasan moral siswanya seperti menegur, menasehati, memberikan contoh yang baik, membetulkan perilaku yang salah, metode memberi reward and punishment hingga bekerjasama dengan orang tua melalui sharing namun belum juga membuahkan hasil yang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian modul pengajaran metode simulasi terhadap peningkatan kecerdasan moral anak TK N 2 Yogyakarta. Walter & Marks (1981) berpendapat nonsimulation games adalah jenis metode simulasi yang melibatkan aspek interaksi sosial didalamnya. Interaksi sosial tersebut adalah bagian dari kehidupan sosial yang merupakan wadah untuk menstimulus kecerdasan moral yaitu belajar mengambil keputusan yang baik dan menjadikannya kebiasaan yang baik pula (Norcia, 2011). Metode penelitian adalah quasi ekperimen dengan rancangan penelitian pre test – post test control group design. Jumlah total subjek 38 orang berusia 5 hingga 6 tahun dengan rincian 14 orang kelompok eksperimen dan 24 orang kelompok kontrol. Pengambilan data penelitian menggunakan Instrumen Kecerdasan Moral Anak Usia Prasekolah dan modul pengajaran metode simulasi. Data diolah menggunakan SPSS 16 for Windows dengan analisis t-test dan diperoleh skor F= 2,571; t= -2,302 dan α = 0,027. Berdasarkan angka – angka tersebut dapat diartikan hipotesis penelitian diterima yaitu terdapat perbedaan yang signifikan antara kecerdasan moral kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kecerdasan moral kelompok eksperimen lebih meningkat dibandingkan kecerdasan moral kelompok kontrol (t= -2,302). Hasil penelitian menunjukkan modul pengajaran metode simulasi dapat meningkatkan kecerdasan moral anak Taman Kanak – Kanak N 2 Yogyakarta.

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.