PENGARUH PROGRAM PREVENSI KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK (KSA) TERHADAP PENGETAHUAN KSA PADA GURU SEK
Pramudika Rufraida Hapsari,
2012 | Skripsi |Kekerasan Seksual pada Anak (KSA) adalah interaksi antara anak dengan individu lain (anak ataupun dewasa) dimana anak dipergunakan sebagai sarana untuk melakukan tindakan seksual. Kebanyakan pelaku KSA adalah orang yang dikenal oleh korban (seperti teman, tetangga, atau kerabat). KSA dapat mengakibatkan korban mengalami luka fisik (seperti lecet, memar, dan pendarahan pada alat kelamin) maupun masalah psikologis (seperti kecemasan, depresi, penyalahgunaan zat, dan lain-lain). Jumlah kasus KSA cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Tindakan prevensi KSA perlu dilaksanakan agar anak-anak yang menjadi korban KSA tidak menjadi semakin banyak. Program prevensi KSA dapat ditujukan untuk anak, orang-tua, maupun guru. Penelitian ini merupakan suatu bentuk prevensi primer dengan cara memberikan edukasi pada guru SD tentang pendidikan seksual dan tentang prevensi KSA. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan program prevensi KSA pada guru SD dan mengetahui apakah program prevensi KSA yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan KSA guru. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan the untreated control group design with pretest and posttest. Subjek penelitian (N=43) merupakan guru SD. Subjek dikelompokkan menjadi kelompok eksperimen (N=22) dan kelompok kontrol (N=21). Kelompok eksperimen mendapatkan intervensi berupa program prevensi KSA. Pengetahuan tentang KSA subjek sebelum dan sesudah intervensi diukur dengan kuesioner pengetahuan. Analisis data menggunakan t-test untuk mengetahui perbedaan pengetahuan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (indpendent t-test), serta untuk mengetahui perbedaan hasil pretest dan posttest pada kelompok eksperimen (paired t-test). Analisis data menunjukkan menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (t -3,845, p
Kata Kunci :