HUBUNGAN PERSEPSI TERHADAP TEKANAN PELATIH DENGAN KEPATUHAN ATLET RENANG
WINNIE MAYASARI,
2012 | Skripsi |Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami apakah ada hubungan antara persepsi terhadap tekanan yang diberikan oleh pelatih dengan kepatuhan atlet renang dan menjelaskan bagaimana tekanan tersebut berhubungan dengan kepatuhan. Subjek penelitian adalah 90 atlet renang di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terdaftar di klub renang yang termasuk dalam kelompok umur senior (17 tahun ke atas), kelompok umur I (15-16 tahun), kelompok umur II (13-14 tahun), dan kelompok umur III (11-12 tahun). Subjek diperoleh melalui klub-klub renang yang berada di DIY. Desain penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan skala. Skala yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu skala kepatuhan dan skala tekanan. Skala kepatuhan terdiri dari 4 aspek, yaitu kesadaran, rasa tanggung jawab, kesanggupan menguasai diri, dan komitmen. Skala tekanan terdiri dari 4 aspek, yaitu imbalance, terlalu banyak tuntutan, overtraining, dan kurangnya motivasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji linearitas, dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS 19.0 for windows. Hasil dari penelitian ini yaitu semakin tinggi tekanan pelatih semakin rendah tingkat kepatuhan atlet, sebaliknya semakin rendah tekanan pelatih semakin tinggi tingkat kepatuhan atlet. Tekanan berfungsi untuk membentuk sikap patuh atlet terhadap pelatihnya. Kepatuhan atlet sangat dibutuhkan dalam menjalani proses latihan karena dengan kepatuhan tersebut atlet dapat mencapai performansi yang maksimal. Sikap patuh atau tidak patuh atlet tergantung pada persepsi atlet terhadap tekanan yang diberikan oleh pelatih. Adanya tekanan yang jauh dari daya tahan seorang atlet akan membuat atlet tersebut akan mudah mengalami stress, menunjukkan performansi yang buruk, dan berakhir pada ketidakpatuhan. Pelatih yang berusaha menanamkan disiplin dengan paksaan dan hukuman mungkin dapat menciptakan suasana penuh kepatuhan, namun kepatuhan yang tampak tersebut terbentuk atas dasar rasa cemas dan takut hukuman semata-mata. Atlet yang memiliki kepatuhan tinggi diharapkan mampu menjalankan masukan dan larangan pelatih tanpa merasa dipaksakan oleh orang lain. Adapun kepatuhan terhadap pelatih secara sadar merupakan modal utama untuk menghasilkan suatu sikap diri yang positif dan produktif dan dapat mengikuti program latihan dengan aktif dan partisipatif. Kata kunci : tekanan, kepatuhan, pelatih, atlet.
Kata Kunci :