PELATIHAN “SINERGI II” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN COPING PROAKTIF PADA SISWA REMAJA TENGAH
Nurul Kusuma Hidayati,
2012 | Tesis |Kemampuan individu di dalam menghadapi masalah ditentukan oleh penguasaan individu pada beberapa aspek yaitu problem identification dan problem solving, goal setting, strategic planning, dan resource seeking. Penelitian ini berupa pelatihan untuk siswa remaja tengah dan bertujuan untuk melihat apakah pelatihan “SINERGI II” dapat meningkatkan kemampuan coping proaktif pada partisipan. Pelatihan “SINERGI II” menggunakan konsep experiential Learning untuk meningkatkan kemampuan coping proaktif yang mereka miliki. Pengukuran kemampuan coping proaktif siswa menggunakan skala coping proaktif yaitu PCI (Proactive Coping Inventory) dengan jumlah item sebanyak 55 item dengan reliabilitas alpha 0,871. Karateristik partisipan penelitian baik pada kelompok eksperimen maupun pada kelompok kontrol adalah siswa-siswa di sebuah sekolah menengah pertama, berusia 14 s/d 16 tahun, merupakan siswa kelas VIII, dan dipilih secara random oleh guru. Partisipan untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berasal dari sekolah yang berbeda. Jumlah partisipan sebanyak 15 siswa pada kelompok eksperimen dan 15 siswa pada kelompok kontrol. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan untreated kontrol group design with dependent pretest and posttest samples. Program terdiri dari 6 sesi pelatihan dan dilaksanakan dalam dua hari pelatihan serta membutuhkan waktu sebanyak 11 jam pelajaran. Analisis data kuantitatif menggunakan parametrik uji t dan analisis varian (ANAVA) satu jalur. Analisis data kualitatif dari hasil observasi, wawancara, dan analisis lembar kerja. Hasil analisis kuantitatif gained score kelompok eksperimen dan kontrol menunjukkan ada perbedaan signifikan yaitu t=2,517; p=0,01 (p≤0,05) sedangkan untuk ANAVA satu jalur didapatkan F=6,130; p=0,021 (p
Kata Kunci :