PENINGKATAN KEHARMONISAN PERKAWINAN PADA PASANGAN SUAMI-ISTRI KATOLIK DI TAHAP AWAL USIA PER
Fabiola Hendrati,
2012 | Disertasi |Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun suatu program peningkatan keharmonisan perkawinan dengan menggunakan Program Enneagram yang dimodifikasi oleh peneliti dan melihat efektivitas program tersebut terhadap keharmonisan perkawinan pada pasangan suami- istri Katolik dengan rentang usia perkawinan 1-10 tahun. Partisipan dalam penelitian ini adalah anggota aktif ME Distrik Malang, yang sebenarnya berjumlah 150 pasangan suami-istri, namun berdasar lembar kerelaan dan kesediaan mengikuti program ini, tinggal 100 pasang yang menyatakan kesediaannya dan kemudian dikelompokkan kedalam kelompok kontrol sebanyak 50 pasang dan 50 pasang yang lain ke dalam kelompok eksperimen. Pemilihan subyek ke dalam kelompok kontrol dan kelompok eksperimen berdasarkan pengelompokkan dari koordinator Marriage Encounter Keuskupan Malang terkait dengan tugas menyusun program kerja Marriage Encounter terhadap 50 pasutri, sehingga ke-50 pasutri tersebut dimasukkan ke dlm kelompok kontrol dan 50 pasang yang lain dikelompokkan dlm kelompok eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen-kuasi, dimana kelompok eksperimen akan mendapatkan penerapan Program Enneagram yang dimodifikasi selama 4 minggu, namun sebelum pelaksanaan treatment, akan dilakukan uji coba terlebih dahulu terhadap skala Enneagram dan skala keharmonisan perkawinan serta juga uji coba program. Rancangan penelitiannya menggunakan desain Double Pretest-Postest Control Group, karena desain ini memungkinkan peneliti untuk memahami bias yang mungkin muncul dari pengukuran O1 ke O2, yang tentunya juga bisa muncul dalam pengukuran dari O2 ke O3 dan adanya ancaman maturation-selection ini dapat diuji pada kelompok kontrol, sehingga jika tidak ditemukan ancaman maturation- selection pada kelompok kontrol berdasarkan pengukuran dari O1 ke O2 dan dari O2 ke O3, maka bisa dipastikan bahwa perubahan yang terjadi pada O3 kelompok eksperimen benar-benar karena pemberian treatment atau perubahan variabel tergantung benar-benar disebabkan oleh variabel bebasnya. Teknik Analisa Datanya menggunakan teknik analisis Mixed- Anova dan diolah dengan memakai program SPSS. Berdasar hasil uji mixed-anova, dapat diketahui bahwa nilai F hitung A mix B sebesar 36820,442 dengan nilai p=0,00, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara keharmonisan perkawinan pretest 1, pretest 2 dan postest, baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen serta berdasar hasil interaksi AB, diperoleh hasil sebagai berikut : 1) tidak ada peningkatan skor keharmonisan perkawinan dari pretest 1 ke pretest 2, baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen, 2) Tdk ada peningkatan skor keharmonisan perkawinan dari pretest 1 ke postest, baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen dan 3) ada peningkatan keharmonisan perkawinan dari pretest 2 ke postest pada kelompok eksperimen. Berdasarkan keseluruhan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Program Enneagram yang dimodifikasi dapat meningkatkan keharmonisan perkawinan pada pasangan suami-istri Katolik di tahap awal usia perkawinan dan berdasar penghitungan partial eta-squared dapat diketahui kalau sumbangan efektif Program Enneagram yang dimodifikasi terhadap keharmonisan perkawinan pasangan suami-istri Katolik di tahap awal usia perkawinan sebesar 75%.
Kata Kunci :