Laporkan Masalah

DINAMIKA COPING PADA PENYINTAS GEMPA BUMI

Dessy Tri Hapsari Putri,

2012 | Skripsi |

Hilangnya harta benda dan kematian anggota keluarga terdekat akibat gempa bumi menimbulkan tekanan tersendiri bagi penyintas. Stres yang muncul pasca gempa bumi dapat menghilang atau bahkan bisa menjadi lebih berat bergantung pada strategi coping baik itu problem focused coping (PFC) dan emotion focused coping (EFC) yang dilakukan penyintas. Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi coping yang dilakukan penyintas gempa bumi di Yogyakarta terhadap peristiwa gempa bumi yang mengakibatkan kematian anggota keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam. Wawancara dilakukan terhadap enam responden yang merupakan penyintas gempa bumi. Tiga responden sebagai subjek penelitian dan tiga responden lainnya sebagai significant others. Ketiga subjek penelitian menunjukkan penggunaan strategi coping baik PFC maupun EFC dalam mengatasi tekanan akibat gempa bumi dan kematian keluarga. Penggunaan PFC cenderung dilakukan subjek saat menghadapi gempa bumi, sedangkan EFC dilakukan subjek saat mengatasi tekanan yang muncul akibat kematian keluarga meskipun PFC tetap dilakukan. PFC yang dilakukan subjek berupa kemampuan problem solving dan tindakan langsung yang bersifat refleks serta responsif saat tekanan terjadi. EFC yang muncul berupa pemrosesan emosi yang merupakan reaksi stres. Pemrosesan emosi yang dilakukan subjek penelitian diwujudkan dengan pengalihan perhatian secara positif dan mengerucut pada konsep religiusitas. Kata kunci. Gempa bumi, kematian anggota keluarga, strategi coping

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.