Laporkan Masalah

RASA SYUKUR DITINJAU DARI PIKIRAN KONTRAFAKTUAL

MANDA FIRMANSYAH,

2011 | Skripsi |

Bersyukur terbukti memiliki banyak manfaat dalam hidup. Oleh karena itu, hal-hal yang dapat menginduksi rasa syukur penting diketahui agar individu memperoleh maslahat syukur tersebut. Adanya kaitan antara emosi dan kognisi menciptakan patokan duga bahwa pikiran kontrafaktual sebagai kerja kognisi berpotensi memromosi rasa syukur. Namun, temuan studi-studi terdahulu dinilai tidak cukup kuat mendukung asumsi tersebut. Kesenjangan itu mengindikasikan kebutuhan tentang studi pendahuluan untuk mengeksplorasi hubungan syukur dan pikiran kontrafaktual. Sehubungan dengan itu, penelitian ini bertujuan menguji perbedaan rasa syukur ditinjau dari jenis pikiran kontrafaktual. Sebanyak 157 mahasiswa (64 laki-laki, 93 perempuan) diminta membaca dua narasi yang masing-masing berpotensi merangsang berpikir kontrafaktual dengan arah yang berbeda. Seusai membaca, rasa syukur subjek diukur menggunakan Kuesioner Syukur (KS) (α=0,75). Kemudian, subjek diminta mengisi Cek Stimulan Pikiran Kontrafaktual (CSPK) yang akan mengelompokkan mereka pada salah satu kategori berikut: berpikir kontrafaktual meninggi (KT), berpikir kontrafaktual merendah (KR), dan tidak berpikir kontrafaktual (TK). Skor syukur ketiga kelompok dianalis dengan menggunakan analisis varians satu jalur (anava) untuk menguji perbedaan, kemudian dilanjutkan dengan analisis Post Hoc. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan rasa syukur pada mahasiswa ditinjau dari jenis pikiran kontrafaktual pada taraf signifikansi p

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.