JOB INSECURITY, SOCIOECONOMIC STATUS, SOCIAL SUPPORT AND SUBJECTIVE WELL-BEING AMONG HOUSEHOLD HEAD
Apriza Liz Tresia Dewi,
2011 | Tesis |Job insecurity adalah atribut yang diberikan kepada pekerja dengan status hubungan kerja waktu tertentu atau pekerja kontrak. Pengatribusian terjadi karena ketiadaan jaminan akan berlanjutnya hubungan kerja dimasa yang akan datang. Di Indonesia, pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 menyediakan dasar hukum bagi menjamurnya pekerja kontrak. Lebih dari setengah pekerja sektor formal di Indonesia adalah pekerja kontrak. Status kontrak penuh dengan ketidakpastian dan ambiguitas, yang mana dapat berakibat kepada penundaan dalam pengambilan keputusan penting dalam hidup dan berpengaruh kepada subjective well-being seseorang. Sampel diambil dari penelitian Migrasi Desa-Kota di Indonesia (RUMiI) yang dilakukan di 4 kota di Indonesia, yaitu Tangerang, Medan, Samarinda dan Makassar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara job insecurity dan subjective well-being pada kepala rumah tangga di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job insecurity merupakan prediktor terhadap subjective well-being. Pria dewasa yang sudah menikah merupakan golongan yang paling merasakan akibat dari job insecurity terhadap subjective well-being. Kekayaan atau wealth terbukti mampu melemahkan hubungan antara job insecurity dan subjective well-being
Kata Kunci :