Laporkan Masalah

PENERIMAAN ORANGTUA TERHADAP ANAK TUNAGRAHITA DI KABUPATEN TEMANGGUNG

Wiwit Setiyowati,

2011 | Tesis |

Tunagrahita adalah fungsi intelektual umum dibawah rata-rata yang terjadi sejak lahir atau pada masa awal kanak-kanak sehingga mereka mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Ditandai dengan hasil pengukuran inteligensi kurang dari 70 dan tidak memiliki keterampilan sosial atau menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan usianya. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana penerimaan orangtua terhadap anak tunagrahita dengan segala keterbatasannya. Subjek penelitian ini sebanyak tiga orangtua yang memiliki anak tunagrahita di Kabupaten Temanggung. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidaklah mudah untuk membimbing anak tunagrahita dengan segala keterbatasannya. Orangtua membutuhkan banyak kesabaran, ketekunan, keiklasan serta pengorbanan yang besar untuk mengarahkan anak agar mencapai kemandiriannya. Dengan melalui itu semua orangtua akan dapat menerima keadaan anaknya secara positif. Reaksi penerimaan itu berupa proses berfikir (kognitif), perasaan (afektif) dan perilaku (konatif). Banyak faktor yang dapat mempengaruhi penerimaan orangtua terhadap anak tunagrahita baik faktor internal maupun faktor eksternal. Dari data yang ada dianalisis dan diketahui bahwa aspek-aspek penerimaan yang penting bagi orangtua adalah meliputi aspek komunikasi, perhatian dan kasih sayang, keterlibatan orangtua dengan anak serta kepercayaan kepada anak. Kata-kata kunci: Anak Tunagrahita, Penerimaan Orangtua, Kabupaten

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.