HUBUNGAN ANTARA MAKNA HIDUP DENGAN PERILAKU KONSUMTIF DI BUTIK PADA KALANGAN REMAJA PUTRI
Galuh Linggar Jati,
2011 | Skripsi |Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara makna hidup dengan perilaku konsumtif di butik pada kalangan remaja putri.Hipotesis dalam penelitian ini adalah “Terdapat hubungan negatif antara makna hidup dengan perilaku konsumtif di butik pada kalangan remaja putri”. Semakin tinggi makna hidup maka semakin rendah perilaku konsumtif, semakin rendah makna hidup maka semakin tinggi perilaku konsumtif. Penelitian ini menggunakan dua skala yaitu skala makna hidup dan skala perilaku konsumtif. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri yang berusia 18-21 tahun yang pernah berkunjung ke butik yang berjumlah 150 responden dan terdaftar pada mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data menggunakan angket atau kuisioner yang dibagikan dan diisi oleh remaja putri. Analisis data penelitian menggunakan teknik korelasi Product Moment dari Pearson. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan negatif antara makna hidup dengan perilaku konsumtif di butik pada kalangan remaja putri diterima. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh hasil koefisien korelasi r sebesar -0,261 dengan p=0,001. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara makna hidup dan perilaku konsumtif di butik pada kalangan remaja putri. Semakin tinggi makna hidup maka semakin rendah perilaku konsumtif, sebaliknya semakin rendah makna hidup maka semakin tinggi perilaku konsumtif di butik pada kalangan remaja putri. Makna hidup memberikan sumbangan efektif sebesar 6,8% terhadap perilaku konsumtif, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yaitu kepribadian, gaya hidup, demografi, minat, nilai, situasi, konsep diri, agama, status sosial ekonomi, sumber daya konsumen, pengaruh pribadi, budaya, proses psikologis dan lain- lain.
Kata Kunci :