HUBUNGAN PEMAAFAN DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA REMAJA
IKA RETNO WULANDARI,
2011 | Skripsi |Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemaafan dengan kesejahteran psikologis pada remaja. Pemaafan remaja adalah proses di dalam diri remaja untuk menerima kesalahan orang lain terhadap dirinya dengan mengupayakan pemulihan terhadap luka hatinya dan memiliki keinginan untuk menjalin hubungan yang baru pada masa selanjutnya. Pemaafan remaja diukur dengan skala pemaafan yang disusun sendiri oleh peneliti dengan berdasarkan aspek pemaafan dari William & Gonzales (2007) yang terdiri dari pandangan positive terhadap pelaku (positive regards for the offender), hubungan yang baru dengan pelaku (reconciliation), pemulihan diri dari luka hati (relief from psychological pain), religiusitas (religious-expressive benefits), dan pemaknaan-perubahan diri (meaning-self transformation). Kesejahteraan psikologis remaja adalah hasil penilaian remaja terhadap pengalaman dirinya yang merupakan evaluasi dari berfungsinya enam dimensi psikologis positif, yaitu penerimaan diri, relasi positif dengan sesama, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup dan pertumbuhan pribadi. Kesejahteraan psikologis remaja diukur dengan skala kesejahteraan psikologis yang disusun sendiri oleh peneliti dengan berdasarkan aspek kesejahteraan psikologis Ryff (1989a). Subjek penelitian ini adalah 91 siswa kelas XI SMA N 1 Semin Gunungkidul, Yogyakarta yang berusia 16 sampai 18 tahun. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan positif pemaafan dengan kesejahteraan psikologis pada remaja. Hasil analisis product moment menunjukkan korelasi yang sangat signifikan (r = 0,476; p
Kata Kunci :