Laporkan Masalah

KELOMPOK BANTU DIRI UNTUK MENGURANGI EMOSI NEGATIF PADA REMAJA PENGUNGSI GEMPA DAN TSUNAMI DI NANGGR

MARTY MAWARPURY,

2011 | Tesis |

Gempa dan tsunami pada akhir tahun 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam merupakan bencana terbesar yang menghancurkan lebih dari setengah Daerah Istimewa Aceh. Dampak pasca bencana memunculkan berbagai masalah psikologis yang memerlukan penanganan intensif, tak terkecuali pada remaja. Remaja rentan mengalami fluktuasi emosi karena belajar untuk menghadapi segala masalah yang ada dengan caranya sendiri. Emosi negatif adalah salah satu perubahan yang diekspresikan pada perilaku negatif setelah peristiwa tersebut, misalnya berkata kasar, berkelahi, marah, sedih yang berlarut-larut. Hal tersebut akan menyulitkan adaptasi diri dan dapat menyebabkan gangguan mental mulai dari ringan hingga berat. Oleh karena itu, remaja survivor perlu mempelajari kemampuan koping emosi dalam menghadapi masalah. Kelompok bantu diri merupakan salah satu alternatif bagi remaja untuk mengatasi masalah karena dalam kelompok remaja dapat mengeksplorasi emosi dan memperoleh dukungan emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kelompok bantu diri dalam mengurangi emosi negatif yang muncul pada remaja pengungsi gempa dan tsunami Aceh. Hipotesis yang diajukan adalah kelompok bantu diri efektif untuk mengurangi emosi negatif pada remaja pengungsi gempa dan tsunami Aceh. Subjek adalah 16 orang dengan karateristik yaitu remaja berusia 15-18 tahun, 15 orang perempuan dan 1 orang laki-laki, tinggal di pengungsian daerah Aceh Barat, dan kehilangan/meninggalnya anggota keluarga. Analisis data dilakukan secara kuantatif dan kualitatif. Secara kuantitatif menggunakan Anava Mixed sedangkan secara kualitatif yaitu analisis terhadap pelaksanaan program dan data individual. Hasil menunjukkan bahwa nilai F= 103,402; p

Kata Kunci :


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.