EFEKTIVITAS PROGRAMPSIKOLOGIS “ASA” TERHADAP KETAATAN MINUM OBAT DAN KADAR INTERFERON GAMMA (IFN-
Hastaning Sakti,
2011 | Disertasi |Ketaatan sangat penting dalam pengobatan TB. Kebosanan meminum obat dan pelayanan yang kurang prima terhadap para penderita TB dapat mempengaruhi proses penyembuhan. Angka kesembuhan TB di Jawa Tengah yang masih di bawah standar nasional menunjukkan adanya permasalahan, baik dari sisi medis, imunologis dan psikologis pada pasien. Program Psikologis ASA yang merupakan gabungan Psikoterapi Transpersonal dengan Ketrampilan Konseling Interaktif (KKI) dikembangkan untuk ketaatan minum obat pada penderita TB. Program Psikologis ASA mempunyai keunggulansebagai tindakan preventif, promotif dan kuratif dengan basis psikoterapi transpersonal dan pemberdayaan masyarakat untuk menyempurnakan program AKMS yang telah ada. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas Program Psikologis ASA terhadap Ketaatan, Efikasi Diri, Komitmen Kesehatan sertakadarsitokin IFN-γsebagai salah satu penanda imunitas tubuh. Eksperimen Semu dengan non equivalent control group design diterapkan terhadap 63 orang penderita TB yang terbagi menjadi 31 orang pada kelompok eksperimen yang meneruskan pengobatan di BKPM Semarang, serta 32 orang pada kelompok kontrol yang melanjutkan pengobatan ke Puskesmas. Kelompok Ekperimen diberi tambahan Psikoterapi Transpersonal dan Konseling Interaktif, sedangkan kelompok kontrol hanya diberi terapi sesuai anjuran petugas kesehatan dengan sistem DOTS.Analisis Regresi Berganda dengan metode stepwise untuk melihat variabel prediktor yang paling efektif mempengaruhi dependent variabel. Analisis kualitatif dilakukan untuk mengeksplorasi pengetahuan, sikap dan praktek subjek terhadap penerapan Program Psikologis ASA Pengaruh langsung Program Psikologis ASA terhadap ketaatan meminum obat (B=0,255,p=0,044), dan penurunan IFN-γ pada post testsebesar -0,316pg/mL serta berpengaruh positif pula terhadap peningkatan Efikasi Diri khususnya pada mastery (B = 0,301).Komitmen Memotivasiadalah variabel yang berpengaruh sangat bermakna terhadap penurunan kadar IFN-γ sebanyak -0,362pg/mL (t=-3,031, p=0,004). Artinya semakin sering pasien memotivasi pasien lain untuk meminum obat tanpa, maka semakin tinggi penurunan kadar IFN-γyang dihasilkan. Kesimpulan dan rekomendasi Pemberian Psikoterapi Transpersonal dan pemberdayaan pasien melalui metode KKI penting untuk meningkatkan ketaatan, efikasi diri serta komitmen terhadap kesehatan dalam proses penyembuhan penyakit Tuberculosis. Kata kunci : ketaatan, IFN-γ, efikasi diri, komitmen, transpersonal,Tuberculosis.
Kata Kunci :