RESILIENSI DAN KECENDERUNGAN BURNOUT GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS
MARSYA SINARANI,
2011 | Skripsi |Banyaknya tekanan dan tuntutan yang dialami oleh guru Sekolah Meengah Atas menyebabkan guru mudah mengalami stress yang jika berkepanjangan akan menyebabkan burnout. Penelitian ini bertujuan unt uk mengetahui hubungan antara resiliensi dan tingkat burnout pada guru Sekolah Menengah Atas kelas XII yang mengajar mata pelajaran Ujian Nasional, dimana guru Sekolah Menengah Atas kelas XII yang mengajar mata pelajaran Ujian Nasional diindikasikan mengalami banyak tuntutan dan tekanan dalam pekerjaannya. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara resiliensi dengan tingkat burnout yang dialami oleh guru kelas XII. Semakin tinggi tingkat resiliensi maka semakin rendah tingkat burnout yang dialami oleh guru kelas XII, begitu juga sebaliknya. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas XII yang mengajar mata pelajaran Ujian Nasional. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 61 guru yang terdiri dari 22 subjek laki-laki dan 39 subjek perempuan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan dua skala yaitu skala resiliensi untuk mengukur tingkat resiliensi dan skala burnout untuk mengukur tingkat burnout. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis product moment dari Pearson. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara resiliensi dengan tingkat burnout (r = - 0,700 dan p=0,000 ( p
Kata Kunci :