Laporkan Masalah

ANALISIS ANOMALI GEOMAGNETIK UNTUK MENGETAHUI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DI DAERAH ANTIKLINORIUM REMBANG UTARA BAGIAN BARAT, JAWATENGAH

BENEDIKTUS INDRIA WAN HERI PRASETYO, Wahyudi

2006 | Skripsi | PROGRAM STUDI GEOFISIKA

Penelitian geofisika dengan metode magnetik telah dilakukan di daerah Antiklinorium Rembang Utara Bagian Barat, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur geologi bawah permukaan di daerah Antiklinorium Rembang Utara Bagian Barat berdasarkan analisis anomali geomagnetik. Data diperoleh dari 35,5 km x 48 km dengan spasi pengukuran 1,5 km - 2,5 km dan jumlah titik pengamatan 260 buah. Akuisisi data dilakukan dengan menggunakan PPM (Proton Procession Magnetometer) model G-856 dan posisi titik pengukuran diperoleh dengan GPS Garmin. Pengolahan data dimulai dengan koreksi IGRF dan variasi harian untuk memperoleh anomali medan magnetik. Kemudian, reduksi ke bidang datar dilakukan menggunakan pendekatan deret Taylor dengan ketinggian bidang datar 226 meter di atas speroida acuan. Pemisahan anomali lokal dan regional dilakukan dengan metode kontinuasi ke atas dimana dihasilkan anomali regional pada ketinggian 12.226 meter di atas speroida acuan. Kemudian, anomali regional dan anomali lokal direduksi ke kutub. Selanjutnya, anomali lokal juga ditransformasi ke pseudogravitasi dan dihitung gradien horisontalnya. Sumber massa penyebab anomali dimodelkan dengan software MAG2DC for Windows. Basil pemodelan untuk anomali regional menunjukkan model geologi regional berupa basement (batuan vulkanik dan vulkanik klastik) pada kedalaman 11 km - 20 km dari datum, sedangkan hasil pemodelan anomali lokal tidak menunjukkan adanya sesar turun atau naik. Hal tersebut dapat diinterpretasikan sebagai sesar geser, sehingga mendukung interpretasi yang dipublikasikan oleh Mc.Bimey, dkk., 2003.

Kata Kunci : ANALISIS ANOMALI GEOMAGNETIK, STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN, ANTIKLINORIUM REMBANG UTARA


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.