Ekstraksi Lipida dengan Metode Microwave Assisted Extraction dari Mikroalga yang Potensial sebagai Biodiesel; Lipid Extraction of Microalgae Potential as Biodiesel Using Microwave Assisted Extraction Method
Yoni Rina Bintari, Winarto Haryadi
2014 | Disertasi | PROGRAM STUDI S2 ILMU KIMIATahapan penting produksi biodiesel dari mikroalga adalah tahap ekstraksi lipida. Microwave Assisted Extraction (MAE) merupakan teknik ekstraksi memanfaatkan energi gelombang mikro dengan menggunakan pelarut air. Keunggulan metode MAE adalah meminimalkan penggunaan pelarut organik yang bersifat toksik, tidak ramah lingkungan dan tidak dapat diperbaharui. Ekstraksi lipida dari mikroalga dengan metode MAE mengarah pada green process untuk menghasilkan bioenergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum ekstraksi lipida dari Spirulina platensis dan Tetraselmis chuii dengan metode MAE, pengaruh penambahan n-heksan pada tahap setelah ekstraksi dan konversi lipida menjadi biodiesel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum ekstraksi lipida dari S. platensis pada daya gelombang mikro 560 Watt, penambahan volume air terhadap mikroalga 6,67 mL/gram berat kering S. platensis dan waktu ekstraksi selama 510 detik dihasilkan rendemen lipida 1,27%; sedangkan ekstraksi lipida T. chuii pada daya 800 Watt, penambahan volume air terhadap mikroalga 8,3 mL/gram berat kering Tetraselmis chuii dan waktu ekstraksi selama 510 detik dihasilkan rendemen lipida 1,25%. Penambahan jumlah n-heksan pada tahap setelah ekstraksi lipida dari S. platensis efektif pada penambahan volume 5 mL. Penambahan 7 mL hingga 15 mL tidak ada peningkatan rendemen yang signifikan. Konversi lipida S. platensis dan T. chuii dihasilkan rendemen biodiesel tinggi pada perbandingan jumlah lipida terhadap metanol 1:173 dengan rendemen berturut-turut 66,7% dan 75%.
Kata Kunci : Spirulina platensis, Tetraselmis chuii, MAE, Biodiesel