KONVERSI MINYAK KELAPA BEKAS MENJADI BIODIESEL TERKATALISIS H2SO4/BENTONIT DAN KOH/BENTONIT; CONVERSION USED COCONUT OIL TO BIODIESEL CATALYZED BY H2SO4/BENTONITE AND KOH/BENTONITE
Taufiq Unggul Raharja, Karna Wijaya
2015 | Skripsi | PROGRAM STUDI KIMIATelah dilakukan konversi minyak kelapa bekas menjadi biodiesel dengan reaksi esterifikasi terkatalisis H2SO4/bentonit dan reaksi transesterifikasi dengan katalis KOH/bentonit. Tujuan dari penelitian ini untuk membuat katalis berbasis bentonit dalam biodiesel yang dihasilkan dari konversi minyak kelapa bekas dengan katalis heterogen. Selain itu, juga untuk menguji kelayakan produk biodiesel yang dihasilkan. Aktivasi bentonit dilakukan dengan metode impregnasi basah. Katalis asam, H2SO4/bentonit diaktivasi dengan cara mencampur larutan H2SO4 1 M dengan bentonit dan KOH/bentonit diaktivasi dengan mencampur sejumlah tertentu KOH dan bentonit dengan perbandingan 20% (b/b). Campuran yang dihasilkan kemudian dikeringkan pada temperatur 100 oC dan dikalsinasi dengan suhu 400 oC selama 5 jam dengan kenaikan temperatur 2 oC/menit. Katalis yang dihasilkan dikarakterisasi menggunakan FTIR dan XRD. Reaksi esterifikasi terkatalisis H2SO4/bentonit sebanyak 5% (b/b) dengan perbandingan mol minyak dengan metanol 1:12 pada suhu 60 oC selama 2 jam. Selanjutnya dilakukan reaksi transesterifikasi terkatalisis KOH/bentonit sebanyak 5% (b/b) dengan variasi perbandingan mol minyak dan metanol yaitu 1:6, 1:9, 1:12, 1:15, dan 1:18 pada suhu 60 oC selama 2 jam. Hasil biodiesel minyak kelapa bekas dikarakterisasi menggunakan GC-MS, 1H-NMR, dan ASTM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivasi bentonit dengan H2SO4 1 M dapat meningkatkan keasaman bentonit. Hasil optimum perbandingan mol minyak dan metanol adalah 1:18 dengan rendemen 50,28%. Terbentuknya biodiesel dibuktikan pada hasil GC-MS dengan munculnya beberapa puncak yang sesuai dengan puncak dari metil laurat (22,98%), metil palmitat (19,42%), metil linoleat (15,32%), metil oleat (11,85%), metil miristat (9,93%), metil kaprat (6,22%), metil kaprilat (5,19%), dan metil stearat (4,10%). Berdasarkan data ASTM, biodiesel minyak kelapa bekas yang dihasilkan hanya sesuai dengan sebagian standar minyak diesel yang ada saat ini mengacu pada SNI-04-7182-2006 sehingga belum layak sebagai bahan bakar diesel saat ini.
Kata Kunci : Biodiesel, Minyak Kelapa Bekas, H2SO4/Bentonit, KOH/Bentonit