Laporkan Masalah

AKTIVASI ABU LAYANG AMPAS TEBU MENGGUNAKAN HIDROGEN PEROKSIDA (H2O2) DAN PEMANFAATAANNYA SEBAGAI ADSORBEN ZAT WARNA INDIGOSOL YELLOW IGK PADA LIMBAH HOME INDUSTRY BATIK; ACTIVATION OF BAGGASE FLY ASH USING HYDROGEN PEROXIDE (H2O2) AND ITS UTILIZATION AS AN ADSORBENT FOR INDIGOSOL YELLOW IGK DYE IN WASTE BATIK HOME INDUSTRY

Hevia Anggun Vibriarti, Sri Juari Santosa

2014 | Skripsi | JURUSAN KIMIA

Aktivasi abu layang ampas tebu menggunakan hidrogen peroksida (H2O2) dan pemanfaatannya sebagai adsorben zat warna indigosol yellow IGK pada limbah home industry batik telah dilakukan. Aktivasi melalui proses pencucian abu layang ampas tebu dengan campuran larutan HCl 0,1 M dan HF 0,3 M kemudian diaktivasi menggunakan larutan H2O2 pada variasi konsentrasi (0,5,1,2,dan5M). Spektroskopi Inframerah (FT-IR) dan difraksi sinar X (XRD) digunakan untuk mengkarakterisasi abu layang ampas tebu sebelum dan setelah aktivasi. Selain itu, luas permukaan spesifik dan volume pori juga ditinjau. Adsorpsi zat warna indigosol yellow IGK yang telah diaktivasi dipelajari dengan melihat efek keasaman, waktu kontak dan konsentrasi zat warna. Hasil menunjukkan bahwa abu layang ampas tebu pada dasarnya bersifat amorf tetapi mengandung kristal SiO2. Aktivasi menggunakan H2O2 meningkatkan kristalinitas dari SiO2 dan memperbesar luas permukaan dan volume pori. Adsorpsi zat warna indigosol yellow IGK mempunyai pH optimum 4,0, waktu kontak 60 menit dan konsentrasi zat warna sebesar 100 mg/L untuk setiap 25 mg adsorben. Adsorpsi mengikuti model kinetika pseudo orde dua dengan konstanta laju pseudo orde dua sebesar 0,003 g/mg.menit Adsorpsi mengikuti model isoterm Langmuir dengan nilai kapasitas adsorpsi sebesar 5,18 x 10-3 mol/g dan energi adsorpsi sebesar 30,52 kJ/mol Kata

Kata Kunci : abu layang ampas tebu, adsorpsi, indigosol yellow IGK, hidrogen peroksida, isoterm


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.