ENKAPSULASI DAN STUDI PELEPASAN KURKUMIN DALAM MATRIKS BEADS KITOSAN-KARAGINAN TERTAUT SILANG GLUTARALDEHIDA MENGGUNAKAN ASAM LAURAT SEBAGAI PENGEMULSI; ENCAPSULATION AND RELEASE STUDY OF CURCUMIN IN CHITOSAN-CARAGEENAN CROSSLINKED GLUTARALDEHYDE MATRIX BEADS USING LAURIC ACID AS EMULSIFIER
Zhilal Shadiq, Mudasir
2014 | Skripsi | PROGRAM STUDI KIMIATelah dilakukan penelitian mengenai enkapsulasi dan studi pelepasan kurkumin dalam matriks beads kitosan-karaginan tertaut silang glutaraldehida menggunakan asam laurat sebagai pengemulsi untuk menentukan efektivitas beads dalam memuat dan melepaskan kurkumin dalam pelarut buffer:etanol. Dalam penelitian ini telah dipelajari pengaruh konsentrasi kitosan, konsentrasi asam laurat, komposisi etanol dalam media pelepasan, dan kondisi pH media pelepasan terhadap pemuatan dan pelepasan kurkumin. Beads dibuat dengan cara memadukan larutan kitosan dalam 1% asetat dengan asam laurat dalam etanol, dan larutan karaginan dalam akuades, kemudian diteteskan ke dalam larutan natrium hidroksida yang berperan sebagai koagulan dalam pembentukan beads. Matriks beads yang terbentuk direndam dalam larutan kurkumin, dan larutan glutaraldehida untuk membentuk reaksi taut silang dengan kitosan. Beads yang dihasilkan dikarakterisasi dengan FT-IR. Studi pelepasan kurkumin dari beads dilakukan dengan cara merendam beads di dalam larutan buffer yang mengandung etanol selama 6 jam. Konsentrasi kurkumin yang terlepas ditentukan secara spektrofotometri. Kinetika pelepasan kurkumin dievaluasi dengan menggunakan model kinetika orde nol, orde satu, Higuchi, dan Korsmeyer-Peppas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enkapsulasi dan pelepasan kurkumin dipengaruhi oleh konsentrasi kitosan, dan asam laurat yang digunakan dalam formulasi beads, serta komposisi etanol dan kondisi pH media pelepasan. Nilai enkapsulasi kurkumin semakin meningkat, dan laju pelepasan kurkumin selama 6 jam semakin lambat dengan penambahan asam laurat. Beads dengan asam laurat 0,25% mengenkapsulasi kurkumin hingga 30,22 ppm, dan melepaskanya21,19 ppm, sedangkan beads dengan asam laurat 0,75% mampu mengenkapsulasi kurkumin hingga 44,70 ppm, dan melepaskannya 5,55 ppm dalam 6 jam. Data kinetika menunjukkan bahwa pelepasasan kurkumin dari beads mengikuti model Korsmeyer-Peppas dengan mekanisme mengikuti difusi Fick.
Kata Kunci : beads, kitosan, karaginan, asam laurat, glutaraldehida, kurkumin enkapsulasi, pelepasan