ISOLASI KURKUMIN DARI RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa) DAN UJI POTENSINYA SEBAGAI KEMOSENSOR; ISOLATION OF CURCUMIN FROM TURMERIC RHIZOMES (Curcuma longa) AND TEST OF IT’S POTENCY AS CHEMOSENSORS
Agik Dwika Putra, Bambang Purwono
2014 | Skripsi | PROGRAM STUDI KIMIATelah dilakukan isolasi kurkumin dari rimpang kunyit (Curcuma longa) dan menguji potensinya sebagai senyawa kemosensor. Penelitian diawali dengan melakukan isolasi kurkuminoid dengan 5 jenis metode ekstraksi, selanjutnya senyawa kurkumin dipisahkan dari kurkuminoid dengan kromatografi kolom dan diuji aktivitas kemosensor pelarut, anion dan indikator titrasi asam basa. Isolasi kurkuminoid menghasilkan rendemen sebesar 2,44% pada maserasi 4 jam, 3,63% pada maserasi 24 jam, 3,12% pada refluks 4 jam, 2,30% pada Soxhlet 5 jam dan 3,52% pada sonikasi 15 menit. Pemisahan kurkumin menggunakan kolom kromatografi menghasilkan rendemen sebesar 27% dengan kemurnian sebesar 96,77%. Berdasarkan hasil penelitian kurkumin termasuk dalam senyawa solvatochromic positif. Pada pengujian kemosensor anion, larutan kurkumin mengalami perubahan warna dari kuning menjadi merah dalam pelarut asetonitril, merah tua dalam pelarut metanol dan ungu dalam pelarut DMSO setelah penambahan anion sianida dan karbonat. Batas deteksi anion sianida adalah 3 ppm dalam pelarut asetonitril, 8 ppm dalam pelarut metanol dan 4 ppm dalam pelarut DMSO. Kurkumin dapat juga digunakan sebagai indikator titrasi asam kuat-basa kuat.
Kata Kunci : kurkumin, kurkuminoid, kemosensor, solvatochromic, indikator titrasi