EKSTRAKSI GELATIN DARI TULANG SAPI DAN APLIKASINYA SEBAGAI CETAKAN SILIKA MESOPORI; EXTRACTION OF GELATIN FROM BOVINE BONE AND ITS APPLICATION AS MESOPOROUS SILICA TEMPLATE
Lisna Putri Setiawan, Wega Trisunaryanti
2014 | Skripsi | PROGRAM STUDI KIMIATelah dilakukan ekstraksi gelatin dari tulang sapi serta aplikasinya sebagai cetakan silika mesopori. Tulang sapi direndam dalam asam asetat selama 9 hari, kemudian dilanjutkan dengan NaOH 0,1 M selama 24 jam dan dengan HCl 1 M selama 1 jam. Tulang sapi direfluks dalam akuabides selama 5 jam pada temperatur 70, 80, 90 dan 100 ?C. Larutan gelatin disaring, dan dikeringkan pada temperatur 50 ?C. Metode diulang untuk menentuan waktu maksimum ekstraksi dengan penggantian akuabides setiap 5 jam, hingga diperoleh massa gelatin yang konstan setelah tahap pengeringan. Gelatin dianalisis dengan FTIR dan SDS-PAGE. Sintesis silika mesopori dilakukan dengan menambahkan gelatin dan natrium silikat dalam air pada temperatur 40?C. Larutan natrium silikat 0,98-1,10 wt% ditambahkan dengan asam sulfat 0,1 M sampai pH 4, lalu ditambahkan dengan larutan gelatin. Campuran diaduk selama 1 jam, dipindahkan ke dalam autoclave dan dipanaskan selama 24 jam. Padatan yang diperoleh dicuci, dikeringkan dalam oven temperatur 80 ?C dan dikalsinasi pada temperatur 550?C. Material dianalisis dengan FTIR, XRD, GSA and TEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen maksimum gelatin diperoleh pada waktu 40 jam (100 ?C). Gelatin yang diekstraksi pada temperatur 80, 90 dan 100 ?C mengandung rantai ? dan ?, sedangkan pada temperatur 70 ?C hanya mengandung rantai ?. Silika mesopori yang disintesis memiliki diameter pori 6,08 nm; luas permukaan spesifik 384,21 m2/g dan volume pori 0,75 cm3/g. Silika mesopori yang disintesis memiliki struktur wormhole-like (seperti lubang cacing).
Kata Kunci : Gelatin, tulang sapi, silika mesopori, struktur wormhole-like